
Tanda "Kiamat", Bill Gates Tunjuk Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia - Filantropis Bill Gates mengungkapkan soal perubahan iklim yang semakin parah. Ternyata faktor pembuatnya banyak yang berasal dari Indonesia.
Gates menulis dalam postingan di blog personalnya, tiap tahun aktivitas Bumi menghasilkan 51 miliar ton gas rumah kaca. Ternyata 7% dari produksi lemak atau minyak hewan dan tumbuhan.
"Untuk memerangi perubahan iklim, kita harus mengubah angka tersebut ke nol," kata kata pendiri Microsoft itu, dikutip Sabtu (30/8/2025).
Namun seruan mengurangi konsumsi lemak hewan sulit dilakukan. Karena manusia bergantung pada bahan tersebut sejak masa lalu dan juga menyimpan nutrisi dan kalori yang dibutuhkan manusia.
Ada sejumlah cara untuk mengambil lemak tanpa memproduksi lebih banyak emisi. Solusi itu, Gates mengatakan dilakukan oleh startup bernama Savor.
Startup yang juga diinvestasikan oleh Gates menciptakan lemak dengan proses melibatkan karbondioksida dari udara dan hidrogen dari air. Bahan-bahan itu dipanaskan dan dioksidasi, yang kemudian terjadi pemisahan komponen asam untuk menciptakan formulasi lemak.
Lemak yang dihasilkan itu disebut Gates serupa dengan yang ada di dalam susu, keju, serta minyak nabati.
Gates juga mengatakan minyak sawit memberikan dampak besar merusak lingkungan. "Saat ini, minyak sawit adalah lemak nabati yang paling banyak dikonsumsi di seluruh dunia," ujarnya.
Lemak nabati terdapat di semua kebutuhan manusia, seperti kue, mie instan, krim kopi, makanan beku, hingga makeup. Selain itu juga digunakan untuk biofuel dan mesin diesel.
Namun masalah minyak sawit berasal dari proses produksinya. Pohon itu tumbuh di wilayah yang dilewati garis khatulistiwa, yang ternyata dibuat dengan melakukan penggundulan hutan.
Proses itu berdampak buruk untuk keragaman alam dan juga perubahan iklim. Pembakaran hutan akan menciptakan emisi yang banyak di atmosfer dan mengakibatkan peningkatan suhu.
Sayangnya peranan penggunaan minyak sawit sulit tergantikan, karena murah, tidak berbau dan melimpah. Selain itu juga karena menjaga keseimbangan lemak jenuh dan tidak jenuh hampir sama.
Gates mengatakan terdapat perusahaan yang mencoba mengatasi masalah tersebut, yakni C16 Bioscience yang membuat alternatif minyak sawit. Pada 2017, dia menyebut C16 mengembangkannya dari mikroba ragi liar dengan fermentasi dan tidak ada emisi yang dikeluarkan sama sekali.
(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Bill Gates Ungkap Tanda Kiamat, Blak-blakan Sebut Indonesia
