Bukan Komdigi, Ini Penyebab Medsos Tak Bisa Diakses Selagi Demo DPR

Redaksi, CNBC Indonesia
Jumat, 29/08/2025 08:25 WIB
Foto: Beberapa ibu-ibu melakukan aksi terlibat bentrok dengan pasukan kepolisian di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis (28/8/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah pengguna media sosial X mengaku tak bisa mengakses platform tersebut sekitar Kamis sore (28/8/2025). Saat itu aksi demonstrasi di DPR mulai memanas.

Terlihat dalam laman Down Detector di hari tersebut, laporan gangguan X memang mengalami peningkatan sekitar pukul 18:00 WIB dan memuncak pada 18:46 WIB dengan 209 laporan.

Laporan terbanyak terkait koneksi server sebanyak 63%. Beberapa titik mengalami gangguan termasuk wilayah Jakarta.


Penyebab gangguan di X dan beberapa aplikasi mobile di RI ternyata adalah permasalahan pada platform Cloudflare. Cloudflare adalah infrastruktur yang digunakan oleh platform digital untuk mempercepat pengiriman data ke perangkat pengguna.

Cloudflare melaporkan ada gangguan server di wilayah Jakarta sekitar pukul 18:30 WIB. Dalam laporan yang sama, masalah ini disebut telah diselesaikan sekitar satu jam kemudian.

Aksi unjuk rasa di sekitaran wilayah DPR berakhir ricuh dan menyebar ke sejumlah titik dan ruas jalan di Jakarta. Kericuhan terus terjadi hingga Kamis malam hari.

Banyak dari warganet juga ikut mengunggah suaranya secara online. Beberapa konten di berbagai media sosial terlihat melaporkan langsung saat ricuh terjadi di beberapa titik di Jakarta.

Sebagian warga yang tidak bisa mengakses media sosial ramai mempertanyakan alasan beberapa aplikasi down saat kericuhan usai demonstrasi di DPR. 

Lewat siaran pers, Kementerian Komunikasi dan Digital juga memastikan bahwa tidak ada arahan dari pemerintah untuk menurunkan atau membatasi akses terhadap platform media sosial selama berlangsungnya demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR pada 28 Agustus 2025.

Dirjen Pengawasan Ruang Digital Alexander Sabar menjelaskan bahwa yang pemerintah lakukan adalah mengimbau agar masyarakat berhati-hati untuk tidak menyebarkan disinformasi dan hoaks," katanya, Jumat (29/8/2025).


(dem/dem)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Heboh Transfer Data ke AS, Siapa Pelindung Data Pribadi WNI?