Bos ChatGPT Dipecat, Ratusan Karyawan Ancam Resign Massal
Jakarta, CNBCÂ Indonesia -Â Sebanyak 667 orang dari total 770 pegawai OpenAIÂ mengancam hengkang serentak dari perusahaan pembuat ChatGPT tersebut. Ternyata, mereka sudah ditawarkan pekerjaan oleh Microsoft.
Ancaman mundur dari perusahaan dinyatakan dalam surat terbuka yang ditandatangani bersama. Dalam surat itu, 667 pegawai, termasuk anggota dewan komisaris Ilya Sutskever, meminta agar dewan komisaris OpenAI mundur.
Jika para anggota dewan komisaris OpenAIÂ menolak mundur, 667 pegawai akan bergabung dengan Sam Altman, CEOÂ yang mendadak dipecat pada akhir pekan lalu, di Microsoft.
"Tindakan kalian [dewan komisaris] menunjukkan bahwa kalian tidak punya kemampuan untuk mengawasi OpenAI," tulis surat terbuka yang dikutip oleh CNBC International, Selasa (21/11/2023).
Mira Murati. (AP/Barbara Ortutey) |
Dalam surat tersebut, para pegawai menyatakan Microsoft telah memberikan komitmen untuk mempekerjakan mereka.
Selain Sutskever, petinggi OpenAI lain juga ikut mencantumkan nama mereka termasuk CTO Mira Murati, COO Brad Lightcap. Murati sempat ditugaskan menjadi CEO sementara setelah Altman dipecat dan sebelum penunjukan pendiri Twitch Emmett Shear sebagai CEO OpenAI yang baru.
Altman dipecat pada Jumat pekan lalu oleh dewan komisaris OpenAIÂ dengan alasan "kegagalan komunikasi." Keputusan ini dikecam tidak hanya oleh pegawai OpenAI, tetapi juga para investor.
Dewan komisaris kemudian berusaha membujuk Altman untuk kembali, tetapi gagal.
CEO Microsoft Satya Nadella kemudian mengumumkan Altman dan rekan pendiri OpenAI Greg Brockman bergabung dengan Microsoft untuk membentuk perusahaan independen.
(dem/dem) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]
Mira Murati. (AP/Barbara Ortutey)