Para Ahli Pusing, Ternyata Ada Orang Tak Pernah Kena Covid-19

Tech - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
18 February 2023 21:20
Turis China memasuki pusat pengujian penyakit virus corona (COVID-19) setibanya mereka di Bandara Internasional Incheon di Incheon, Korea Selatan, 4 Januari 2023. (REUTERS/Kim Hong-Ji) Foto: Turis China memasuki pusat pengujian penyakit virus corona (COVID-19) setibanya mereka di Bandara Internasional Incheon di Incheon, Korea Selatan, 4 Januari 2023. (REUTERS/KIM HONG-JI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejak Covid-19 menyebar 3 tahun lalu dan jadi pandemi yang mengancam perekonomian dunia, ternyata masih ada orang yang mengaku tidak pernah tertular virus ini sama sekali.

Sejumlah penelitian berusaha mencari tahu alasan ada orang yang kebal pada virus tersebut. Termasuk meneliti apakah ada keterkaitannya dengan gen, dikutip dari Science Alert, Sabtu (18/2/2023).

Virolog di University of Surrey Lindsay Broadbent mengatakan, salah satu penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat (AS) mengamati orang-orang yang sudah terpapar virus namun tidak terinfeksi.

Subjek peneliti adalah petugas kesehatan dan orang yang tinggal serumah dengan mereka yang terkonfirmasi Covid-19. Para peneliti akan memeriksa DNA dan mencari mutasi tidak biasa untuk menjelaskan hal tersebut.

Studi ini telah dilakukan sebelumnya. Ilmuwan telah berhasil mengidentifikasi mutasi genetika yang membuat orang kebal terhadap HIV dan norovirus.

Secara teori, jika mutasi genetika ditemukan, ilmuwan bisa mengembangkan perawatan yang efektif untuk penderita berbagai penyakit tersebut.

Namun, memahami mutasi genetika saja tak cukup.

Di kalangan ilmuwan, memang sudah ada penelitian tentang kekebalan sebagian kecil orang terhadap norovirus karena mutasi genetika. Meskipun alasannya sudah diketahui, dunia sains masih belum bisa mengonversi pemahaman tersebut ke obat atau perawatan yang ampuh.

Langkah radikal yang pernah ditempuh adalah meng-"edit" gen saat manusia masih di dalam kandungan, seperti sekelompok bayi yang terkenal dengan nama "bayi CRISPR" dengan tujuan membuat mereka kebal HIV. Ini tentunya, bermasalah dari segi etika.

Broadbent mencatat mungkin bukan mutasi pada satu gen namun kombinasi dari banyak gen yang akhirnya membuat mereka kebal pada Covid-19.

Namun, mengutak-atik lebih dari satu gen bisa menimbulkan dampak sampingan yang tidak diketahui. Peneliti bakal lebih kesulitan untuk mengembangkan perawatan berdasarkan penelitian seperti ini.

Karena itu, memahami mutasi gen yang membuat orang kebal Covid memang menarik untuk ilmu pengetahuan. 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Covid Varian Baru Disebut Lebih Parah, Singapura Buka Suara


(dce)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading