TikTok-IG Minggir, Aplikasi Pembunuh Google Cetak Sejarah!

Demis Rizky Gosta,  CNBC Indonesia
02 February 2023 15:20
ChatGPT sign on OpenAI website displayed on a screen is seen in this illustration photo taken in Krakow, Poland on January 31, 2022. (Photo by Jakub Porzycki/NurPhoto via Getty Images)
Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto

Jakarta, CNBC Indonesia - ChatGPTĀ besutan OpenAIĀ telah digunakan oleh lebih dari 100 juta orang sepanjang Januari, hanya 2 bulan setelah pertama kali diluncurkan.

Laporan UBS, yang mengutip data Similarweb, menyatakan ChatGPTĀ digunakan oleh rata-rata 13 juta pengguna setiap hari sepanjang Januari. Jumlah pengguna harian tersebut dua kali lipat dari Desember.

Pencapaian ini membuat ChatGPTĀ sebagai aplikasi konsumen dengan pertembuhan paling pesat sepanjang sejarah.

"Dalam 20 tahun menyaksikan industri internet, kami tidak pernah melihat lonjakan seperti ini untuk aplikasi," tulis analis UBS, dikutip olehĀ ReutersĀ pada Kamis (2/1/2023).

Sebagai perbandingan, TikTokĀ membutuhkan 9 bulan setelah peluncurannya untuk mencapai 100 juta pengguna bulanan. Untuk mencapai jumlah pengguna tersebut, InstagramĀ membutuhkan 2,5 tahun.

ChatGPTĀ adalah aplikasi robot percakapan (chatbot) yang dibangun dari teknologi kecerdasan buatan milik OpenAI. Pengguna bisa meminta ChatGPTĀ untuk menjawab perintah dalam bentuk esai, artikel, lelucon, hingga puisi.

OpenAIĀ sendiri adalah perusahaan yang didukung oleh Microsoft, baik lewat kerja sama strategis dalam bentuk dukungan komputasi awan maupun suntikan modal miliar dolar.

Per pekan ini, OpenAIĀ mulai meluncurkan layanan berbiaya langganan bulanan untuk pengguna ChatGPTĀ di Amerika Serikat. ChatGPTĀ berbayar memiliki fitur tambahan serta menyediakan pemrosesan lebih cepat dan stabil dibanding layanan yang gratis.

Analis memperkirakan kemunculan ChatGPTĀ menempatkan OpenAIĀ sebagai yang terdepan di antara perusahaan lain yang bergerak di bidang pengembangan kercerdasan buatan.

Lonjakan pengguna dan biaya pengelolaan layanan ChatGPTĀ juga bisa menjadi referensi peluang bisnis layanan kecerdasan buatan untuk konsumen.

OpenAIĀ menyatakan penerapan layanan berbayar akan membantu menanggung biaya komputasi ChatGPT.

ChatGPT, dirasa menjadi ancaman bagi Google sampai-sampai kedua pendirinya turun gunung. Pendiri Google, Larry Page, bersama rekannya Sergey Brin berusaha membantuĀ CEOĀ SundarĀ Pichai.

Berdasarkan laporan New York Times, Pichai tengah kebingungan untuk menghadapi ChatGPT karena sistem itu dinilai dapat bekerja lebih baik dari mesin pencarian milik perusahaan Google Search.

Page dan Brin kabarnya telah bertemu dan rapat dengan petinggi perusahaan. Mereka menyusun rencana dan menyetujui untuk mengintegrasikan fitur chatbot dengan Search.

(dem)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Saingan Google, ChatGPT Open AI Bisa Bantu PR & Tugas Kuliah


Most Popular
Features