Mafia Gojek di Mana-Mana, Ini 7 Startup Milik 'Alumni Blok-M'

Tech - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
24 January 2023 09:20
Ilustrasi Kantor Gojek. Ist Foto: Ilustrasi Kantor Gojek. Ist

Jakarta, CNBC Indonesia - Beberapa lulusan Gojek kembali terjun ke dunia startup dengan membangun perusahaannya sendiri, atau menjabat sebagai petinggi di sana.

Gojek sebagai perusahaan teknologi dengan valuasi terbesar di Indonesia, sejak awal berdiri sudah menjadi tempat "sekolah" untuk talenta terbaik di bidang teknologi.

Daya tarik ambisi perusahaan dan gaji yang kompetitif, membuat kantor Gojek dipenuhi oleh eksekutif lulusan dalam dan luar negeri.

Gojek kini telah menjelma menjadi perusahaan terbuka dengan nama GoTo setelah merger dengan Tokopedia. Namun, alumninya ternyata banyak yang memilih meninggalkan perusahaan untuk merintis bisnis sendiri.

Karena itu, banyak yang menyamakan lulusan Gojek dengan PayPal Mafia, rentetan pendiri yang berpengalaman bekerja di PayPal.

Founder Tesla, LinkedIn, Palantir, SpaceX, YouTube, dan Yelp semuanya adalah mantan eksekutif dan pegawai PayPal. Tentunya yang paling terkenal adalah Elon Musk, orang terkaya kedua di dunia.

Dirangkum CNBC Indonesia dari berbagai sumber, berikut deretan startup yang didirikan alumni Gojek:

1. Binar Academy

Alamanda Shantika Santoso (Instagram/alamandas)Alamanda Shantika Santoso (Instagram/alamandas)

Alamanda Shantika, pendiri Binar Academy bukan orang baru di dunia teknologi. Ia merupakan Mantan Vice President of Product Gojek.

Di Gojek, Ala, merupakan tim yang merintis perusahaan itu dari nol bersama pendirinya Nadiem Makarim. Bahkan, perannya merupakan otak di balik sistem aplikasi Gojek.

Tahun 2017 akhirnya dia membangun Binar Academy. Sekolah coding itu terbentuk untuk menyediakan talenta digital yang berkualitas.

"Jadi kami memberikan ilmu melalui software engineer, product designer hingga product owner. Dengan cara ini, saya yakin maka pemberdayaan sumber daya manusia di bidang teknologi meningkat secara merata," kata Ala dalam wawancara pada tahun 2018 lalu

Kepada CNBC Indonesia, dia menyatakan mentornya adalah Nadiem yang disebut sangat menginspirasi dirinya. "Mentor aku sampai sekarang adalah Nadiem Makarim. Itu salah satunya dan dia yang paling inspiring me a lot," ujarnya

2. Zenius

Rohan Monga (Chief Executive Officer) dan Sabda PS (Co-founder & Chief Education Officer) dalam konferensi pers pengumuman pendanaan Seri A Zenius. (Dok. Zenius)Rohan Monga (Chief Executive Officer) dan Sabda PS (Co-founder & Chief Education Officer) dalam konferensi pers pengumuman pendanaan Seri A Zenius. (Dok. Zenius)

Pada 2020 lalu, Rohan Monga didapuk sebagai CEO baru Zenius, menggantikan Sabda PS. Rohan Monga memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun dibidang teknologi.

Pada 2013 dirinya bekerja di raksasa e-commerce, Amazon, dalam bidang pengembangan strategi. Sementara di 2015, Rohan bergabung dengan Gojek sebagai Chief Operating Officer.

Zenius sendiri merupakan startup edutech yang didirikan oleh Sabda PS dan Medy Suharta. Startup edutech ini dimulai sebagai pusat bimbingan belajar offline pada tahun 2004.

Perusahaan ini berhasil beroperasi selama 15 tahun tanpa pendanaan modal ventura (VC) sebelum akhirnya mengumpulkan US$ 20 juta dalam pendanaan awal pada tahun 2009. Pendanaan kala itu dipimpin oleh Northstar Group.

3. AwanTunai

Startup fintech AwanTunai didirikan oleh salah satu lulusan Gojek, Windy Natriavi. AwanTunai merupakan aplikasi layanan pembiayaan pengembangan usaha untuk UMKM di Indonesia yang diluncurkan 2017 lalu.

Dikutip dari Detikcom, Windy sempat bergabung dengan lembaga konsultan usai menyelesaikan masa kuliah sebagai mahasiswa Manajemen Keuangan Universitas Indonesia.

Namun kariernya di industri konsultan tak bertahan lama. Beberapa tahun setelahnya, Windy memutuskan bergabung dengan Gojek. Di sana, ia mengembangkan GoLife.

Di AwanTunai juga ada Rama Notowidigdo yang pernah menjadi Chief Product Officer Gojek.

4. Pinhome

Co-founder Pinhome Ahmed Aljunied dan Dara Ayu PermataFoto: dok Pinhome
Co-founder Pinhome Ahmed Aljunied dan Dara Ayu Permata

Startup e-commerce properti ini didirikan oleh Dayu Dara Permata, ia sekaligus menjabat sebagai CEO di perusahaan tersebut.

Sebelum mendirikan Pinhome pada 2020 lalu, Dayu bergabung dengan Gojek sejak tahun 2015. Dalam laman LinkedIn nya ia menjabat sebgai Senior Vice President Gojek, Head of Lifestyle & Commerce Product Group hingga Novemeber 2019.

Co-founder Pinhome yang lain juga sempat bekerja di Gojek. CTO Pinhome Ahmed Aljunied merupakan mantan VP Engineering and Product di perusahaan yang bermarkas di Blok M tersebut.

Kini, alumni Gojek lainnya bergabung bersama Pinhome. Mantan CMO GoPay Fibriyani Elastria bergabung dengan Pinhome seagai Chief Marketing Officer mulai awal 2023.

5. Base

Perusahaan startup kecantikan dan wellness Direct-to-Consumer (DTC), Base didirkan oleh Yaumi Fauziah Sugiharta pada 2019 lalu.

Dalam laman LinkedIn nya ia pernah bergabung di Gojek 2015 lalu. Yaumi merupakan mantan Head of Marketing Gojek, jabatan terakhirnya sebagai Growth Strategist Go-Life di tahun 2018.

6. Jago Coffee

Startup kopi starling Jago CofeeStartup kopi starling Jago Cofee

Adalah Christopher Laurence Oentojo, salah satu Co-Founder sekaligus CTO di Jago Coffee. Christopher sebelumnya bekerja di Gojek sebagai VP of Product.

Jago Coffee memilih model bisnis yang serupa dengan pedagang yang sering disebut sebagai starling atau Starbucks keliling.

Seperti startup kopi lain, pembeli dapat memesan Jago Indonesia melalui aplikasi. Namun, ada perbedaan yang mencolok.

Setelah pengguna memilih lokasi pengambilan kopi, mereka tidak perlu jalan menghampiri. Setelah memesan lewat aplikasi, penjual Jago Coffee akan datang menggunakan sepeda atau sepeda motor listrik.

7. Sampingan

Sampingan atau kini dikenal dengan nama Staffinc, merupakan startup on-demand platform yang memberdayakan pekerja lapangan dengan menghubungkan mereka ke lapangan.

Wisnu Nugrahadi menjadi nama dibalik startup ini, ia menjabat sebagai CEO dan Co-Founder Stanffinc. Wisnu diketahui pernah bergabung dengan Gojek pada 2015 lalu. Posisi terakhirnya di Gojek menjabat sebagai Senior Manager of Operations.

Di Sampingan juga ada Dimas Pramudya Putra yang di Gojek pernah menjadi Head of Product Growth.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

PeduliLindungi Lenyap di Shopee, Tokped, Hingga Gojek


(dem)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading