Didepak Musk, Eks Pegawai Twitter Diburu Perusahaan Teknologi

Tech - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
22 November 2022 21:50
Elon Musk terlihat membawa wastafel di kantor Twitter. Foto: dok Twitter Elon Musk

Jakarta, CNBC Indonesia - Konflik yang muncul di Twitter Inc mulai memberikan peluang bagi perusahaan teknologi lain untuk memikat ribuan mantan karyawan Twitter.

Seperti diketahui, setelah menjadi pemilik baru Twitter, Elon Musk tak segan langsung memecat ribuan karyawan perusahaan media sosial ini.

Salah satu perusahaan teknologi yang memburu eks karyawan Twitter yaitu Hubspot, perusahaan perangkat lunak Amerika Serikat (AS). Katie Burke, Chief People Officer perusahaan tersebut membuka lowongan di postingan LinkedIn sambil mengecam keputusan Musk memecat karyawannya.

"Sebagai seorang pemimpin, dikritik adalah bagian dari pekerjaan Anda," tulisnya di postingan LinkedIn, dikutip dari Reuters, Selasa (22/11/2022).

"Pemimpin hebat mengakui debat dan ketidaksepakatan membuat Anda lebih baik dan merupakan bagian dari proses. Jika Anda menginginkan tempat di mana Anda dapat tidak setuju (tentu saja dengan cara yang baik dan jelas) dengan orang-orang, HubSpot membuka lowongan," tuturnya.

Hingga Senin malam (21/11/2022), postingan Burke telah mendapatkan lebih dari 35.000 reaksi positif di Linkedin.

Perusahaan lain juga ikut mengambil pendekatan serupa seperti Hubspot. Amanda Richardson, CEO startup perangkat lunak perekrutan CoderPad, juga menerbitkan surat terbuka untuk para pengguna Twitter.

"Di CoderPad, kami yakin keahlian Anda menunjukkan segalanya. Bukan di mana Anda duduk. Tidak jika Anda tidur di tempat kerja. Tidak bekerja 7 hari seminggu selama 18 jam sehari," tulis surat terbuka tersebut.

Michael Weening, CEO perusahaan cloud dan perangkat lunak AS, Calix, menggambarkan peristiwa di Twitter cukup mengganggu. Ia juga berjanji kepada karyawan baru bahwa mereka akan menikmati budaya perusahaan yang berbeda dalam postingan serupa di Linkedin.

"Dari sudut pandang kami, ini adalah peluang besar, karena orang-orang yang sebelumnya tidak mau berbicara dengan kami kecewa dan melihat," kata Weening.

"Budaya beracun membuat orang berkata, 'Tidak lagi'."

Seperti diketahui, Twitter telah memecat pekerja eksekutif dan memberlakukan gelombang besar pemutusan hubungan kerja (PHK) menyusul pengambilalihan platform media sosial oleh Musk.

Sekitar setengah dari tenaga kerja atau sekitar 3.700 karyawan telah di-PHK. Sementara ratusan lainnya dilaporkan telah berhenti sebagai akibat dari reformasinya yang menyeluruh.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Momen Unik Elon Musk Tenteng Wastafel ke Markas Twitter


(wia)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading