Cerita Bitcoin Rp 51 Triliun Disimpan di Kaleng Popcorn

Tech - teti purwanti, CNBC Indonesia
12 November 2022 21:45
Pejalan kaki melewati iklan yang menampilkan token cryptocurrency Bitcoin di Hong Kong, Selasa (15/2/2022). (Photo by Anthony Kwan/Getty Images) Foto: Pejalan kaki melewati iklan yang menampilkan token cryptocurrency Bitcoin di Hong Kong, Selasa (15/2/2022). (Photo by Anthony Kwan/Getty Images)

Jakarta, CNBC Indonesia - Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) atau DOJ berhasil menyita Bitcoin curian setara dengan US$ 3,36 miliar atau Rp 51,41 triliun. Bitcoin ini telah hilang selama 10 tahun.

Bitcoin ini disita dari James Zhong, pria 32 tahun asal Georgia, Amerika Serikat. Ia mengaku bersalah dalam kejahatan pencurian bitcoin dari The Silk Road, situs marketplace di dark web yang menjual berbagai barang ilegal, pada tahun 2012.

Penyitaan tersebut dilakukan dalam penggerebekan pada November 2021, dan baru sekarang dipamerkan ke publik, yaitu setelah Zhong mengaku bersalah atas kejahatan tersebut.

Bitcoin tersebut disimpan dalam sebuah papan sirkuit komputer, yang disimpan dalam kaleng cemilan popcorn, dan disembunyikan di kamar mandi di rumah Zhong, demikian dikutip dari The Verge, Sabtu (12/11/2022).

Saat pertama disita, 50 ribuan Bitcoin itu menurut DOJ bernilai US$ 3,36 miliar. Namun saat ini nilainya sudah menyusut drastis menjadi lebih dari USD 1 miliar. Menurut keterangan persnya, DOJ mengklaim kalau ini adalah penyitaan finansial terbesar kedua yang pernah dilakukan oleh pemerintah AS.

Penyitaan terbesar pertama adalah dalam kasus yang melibatkan Razzlekhan, seorang rapper dan TikToker, dengan nilai bitcoin -- saat itu -- US$ 3,6 miliar (95 ribu bitcoin).

Menurut penyidik, kasus Zhong ini disebut sebagai skema penipuan yang canggih karena melibatkan sejumlah transaksi yang kompleks, dan didesain untuk menyembunyikan bitcoin curian tersebut.

Pada September 2012, Zhong mendaftarkan sembilan akun palsu di The Silk Road. Kemudian ia menyimpan bitcoin dengan jumlah antara 200 sampai 2000 bitcoin (nilai saat itu hanya US$ 10-12 per bitcoin), dan kemudian melakukan permintaan penarikan dana secara cepat, bisa sampai lima permintaan dalam satu detik.

Menurut DOJ, skema ini sukses menipu sistem situs tersebut yang mengembalikan bitcoin tersebut dengan jumlah berkali lipat dibanding bitcoin yang ia simpan.

Zhong melakukan ini sebanyak 140 kali, yang kemudian menghabiskan simpanan bitcoin milik The Silk Road, yang menyimpan maksimal 50 ribu bitcoin dalam satu waktu.

The Silk Road adalah marketplace berbentuk forum di dark web yang menjual berbagai barang ilegal, termasuk narkoba dan senjata ilegal, dan transaksinya dilakukan mengguakan mata uang kripto.

Forum ini didirikan pada tahun 2011 dan kemudian dimatikan paksa oleh FBI pada 2013. Pendirinya, Ross William Ulbricht, kini dihukum penjara seumur hidup.

"Selama hampir 10 tahun keberadaan bitcoin berjumlah besar yang hilang dan nilainya mengembang sampai US$ 3,3 miliar ini menjadi misteri," jelas Damian Williams, US Attorney, dalam keterangannya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Harga Bitcoin Anjlok, Tapi 1 Keping Masih Bisa Beli 1 Avanza


(dem)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading