BI: Banyak Wanita Tak Punya Akun Bank

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
11 August 2022 14:05
Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Filianingsih Hendarta (Tangkapan Layar) Foto: Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Filianingsih Hendarta (Tangkapan Layar)

Jakarta, CNBC Indonesia - Keterlibatan wanita di dunia keuangan ternyata masih kecil. Bukan hanya sebagai pemain dalam industri, namun tidak banyak juga yang mencicipi layanan keuangan secara langsung.

"Kebanyakan wanita di Indonesia pada dasarnya tidak punya akun bank. Tidak punya akses formal dari layanan keuangan. Jadi mereka adalah kasus literasi keuangan," kata Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran (DKSP) Ban Indonesia, Fillianingsih Hendarta dalam acara Women In Fintech, Jakarta, Kamis (11/9/2022).

Mengutip Survei Nasional Inklusi Keuangan 2021, Fillianingsih menjelaskan keterlibatan perempuan di dunia keuangan. Penggunaan produk dan layanan keuangan yang digunakan wanita di Indonesia sebesar 82,6% berbanding laki-laki sebanyak 84,7%.


Dalam paparan hasil survei tersebut, hampir semua layanan bank digunakan lebih banyak oleh pria. Mulai dari transfer, ambil uang, deposit, dan top-up. Wanita unggul dalam penggunaan payment, namun itupun hanya berbeda sedikit dari laki-laki.

Pada tenaga kerja, angka keterlibatan wanita juga jauh lebih rendah. Dia menyebutkan tenaga kerja perempuan hanya 36,2%, sementaara laki-laki 43,4%.

Namun keterlibatan wanita dalam UMKM atau mikro, kecil dan menengah terlihat cukup tinggi. Fillianingsih menjelaskan jumlahnya menjadi 64,5%.

"Namun kita masih memiliki harapan disini karena bagaimana jika melihat jumlah UMKM utama yang dimiliki oleh perempuan adalah 64,5% dibandingkan dengan laki-laki yang hanya 35,5%," jelasnya.

Dia mengatakan capaian ini merupakan harapan. Karena UMKM sangat dikenal di Indonesia dan juga merupakan salah satu pendorong besar PDB negara.

"Jadi berarti kita punya harapan disini karena kita mengenal UMKM di Indonesia. Ini adalah kekuatan pendorong bagi perekonomian karena mewakili sekitar 62% dari PDB," ungkap Fillianingsih.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Maaf Tokopedia dan Bukalapak, Ini Marketplace Favorit UMKM RI


(roy/roy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading