Muncul Gejala Covid-19 Tapi Hasil Antigen Negatif, Kok Bisa?

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
29 July 2022 07:10
Antrean kendaraan warga saat tes usap PCR/Antigen  di GSI Lab (Genomik Solidaritas Indonesia Laboratorium), Cilandak, Jumat (4/2/2022). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: Antrean kendaraan warga saat tes usap PCR/Antigen di GSI Lab (Genomik Solidaritas Indonesia Laboratorium), Cilandak, Jumat (4/2/2022). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ada banyak kasus saat hasil tes antigen seseorang negatif, padahal sudah terlihat gejala Covid-19. Dalam sebuah konferensi pers beberapa waktu lalu, Kementerian Kesehatan mengungkapkan kemungkinan tes tersebut belum mendeteksi virus.

Hal tersebut disampaikan oleh Dirjen Pelayanan Kesehatan Abdul Kadir. Dia mengatakan orang terinfeksi virus Corona belum tentu terdeteksi Covid-19 saat hari pertama dan kedua jika tes dilakukan dengan rapid test antigen.

Untuk itu, jika masyarakat mengalami gejala Covid-19 dan mendapatkan hasil negatif diminta segera melakukan tes PCR (polymerase chain reaction).


"Rapid test antigen itu positif atau negatif itu ditentukan oleh tinggi-rendahnya antibodi yang terbentuk dalam tubuh. Kalau kita antibodi yang terbentuk dalam tubuh dalam tinggi, misalnya pada infeksi-infeksi awal hari pertama atau hari kedua itu mungkin negatif, tetapi dengan PCR sudah positif," jelas Abdul Kadir.

Saat itu, juru bicara vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan masyarakat tetap melakukan karantina jika hasil negatif. Isolasi mandiri tersebut dilakukan selama lima hari, baru dilakukan tes ulang.

Ini dilakukan karena kemungkinan seseorang sebenarnya telah terinfeksi virus namun tidak terdeteksi oleh alat tes Covid-19.

"Kalau hasilnya negatif, harus karantina atau ada masa inkubasi dari virus ini yang mungkin dites itu belum positif. Kita karantina selama lima hari. Di hari kelima, kita lakukan tes kembali," kata Siti Nadia.

Siti Nadia juga menjelaskan beberapa gejala Covid-19 khususnya varian omicron. Pada tingkat ringan, pasien akan mengalami batuk, pilek, sakit kepala, dan sakit tenggorokan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

WHO Rekomendasikan Pil Ini untuk Obat Covid, Terbukti Manjur?


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading