Begini Cara Blockchain Tetap Berkembang Saat Market Down

Tech - Tim Redaksi, CNBC Indonesia
05 July 2022 14:19
Blockchain Ilustrasi Foto: Ist

Jakarta, CNBC Indonesia - Walaupun sudah bertahun-tahun disorot oleh media dan para investor, istilah blockchain dan kawan-kawannya masih sangat awam bagi banyak orang. Ada beberapa alasan yang menjadi penyebabnya.

Pertama adalah masalah kompleksitas. Orang akan cenderung lebih berhati-hati jika itu menyangkut tentang urusan keuangan mereka. Memang menghasilkan uang untuk menciptakan kebebasan finansial sangat menggiurkan. Namun, tidak semua orang ingin mengambil risiko yang tinggi.

Bahkan, CEO Binance, Changpeng Zhao memberikan cuitan di Twitternya. Banyak orang yang memberi tahu dia bahwa kata "crypto" tidak mudah untuk direalisasikan layaknya investasi pada umumnya karena lebih sulit dimengerti dan sulit untuk diprediksi.


Pada awalnya, crypto menunjukkan bahwa apapun yang dimodifikasi akan sulit dipahami dan membuat Anda merasa pusing. Namun akan berbeda jika Anda mencoba memahami cara kerja teknologi yang mendasarinya.

Industri cryptocurrency beberapa tahun terakhir ini telah membuat langkah besar dan memperhatikan gelombang peminat untuk meraup para investor baru. Sayangnya, saat ini pasar global sedang berada di kondisi yang menurun atau dikenal dengan istilah downtrend. Hal tersebut tentu menciptakan kekhawatiran yang mendalam.

Crypto dan DeFi sebagai Alat Reformasi Ekonomi?

Namun, sampai dengan saat ini nilai cryptocurrency dan sistem keuangan terdesentralisasi (DeFi) masih banyak dipercaya. Walaupun, ketidaksetaraan nilai kekayaan di Amerika Serikat serta di negara lainnya sedang berada di titik tertinggi, di mana sebelumnya belum pernah terjadi dan semakin diperburuk oleh keadaan pandemi Covid-19.

Ketidaksetaraan ini bukan hanya sekedar kuantitas. Hal ini juga berkaitan dengan kualitas. Di mana orang-orang kalangan atas bisa menikmati layanan keuangan dan otonomi relatif yang tidak bisa dirasakan oleh semua golongan. Tidak sedikit kelompok yang kurang beruntung dibiarkan tanpa layanan keuangan sama sekali.

Gagasan reformasi keuangan, khususnya reformasi keuangan yang tidak diarahkan oleh lembaga berkuasa yang justru menghilangkan kebutuhan akan lembaga tersebut malah memiliki daya tarik yang besar. Itulah DeFi jika dilihat dari bentuk dasarnya.

Bitcoin rilis tepat ketika terjadi resesi hebat yang berlangsung pada tahun 2009. Lalu, bitcoin diposisikan sebagai jalur alternatif ekonomi global berbasis perbankan yang tentunya keluar dari jalur umum.

Dari semua berita trending yang sudah dibangun selama beberapa tahun ke belakang, mulai dari metaverse hingga NFT, ternyata sangat mudah untuk dilupakan. Saat ini, pasar NFT bisa dikatakan tidak booming seperti pada masa trending NFT Ghozali yang berhasil meraup banyak keuntungan dari karyanya. Semua seperti kembali seperti semula.

Mengenal Kekuatan Everscale, Si Blockchain Asia

Faktanya, masih ada jaringan blockchain yang terus berkembang walaupun pasar sedang turun. Everscale adalah sebuah blockchain Asia dengan token EVER-nya sendiri dan platform DeFi yang beragam telah menjadi pusat perhatian karena pertumbuhannya dan pendekatannya yang berbasis fundamental. Meski masih berumur dua tahun, tetapi Everscale berhasil menjadi salah satu jaringan blockchain utama di Asia.

Kunci dari pesatnya pertumbuhan blockchain asal Asia ini adalah jaringan dan komitmen mereka terhadap proyek yang berbanding lurus dengan visi awal DeFi, di mana mereka bukanlah pengganti sistem perbankan konvensional atau cara untuk menghasilkan uang secara cepat. Melainkan menjadi sebuah sarana perubahan. Everscale berhasil menghindari masalah faktor kompleksitas yang sudah dibahas sebelumnya dengan menciptakan platform yang lebih mudah dipahami dan digunakan.

Ada dua platform utama yang melayani para penggunanya, yakni Octus Bridge dan Flat Qube. Platform Octus Bridge mampu berkembang menjadi jaringan yang luar biasa. Platform ini memungkinkan para penggunanya untuk melakukan transaksi transfer aset dari hampir seluruh jaringan blockchain.

Tentu hal ini menjadi sangat penting untuk disorot. Karena jika Anda cukup akrab dengan dunia DeFi dan cryptocurrency, maka Anda akan paham bahwa masalah terbesar dari jaringan ini adalah tingginya biaya transaksi dan waktu tunggu yang cukup lama pada jaringan utama seperti Ethereum.

Sederhananya, saat Anda harus membayar lebih dari 300 dollar untuk transaksi, Anda akan menunggu berjam-jam untuk menyelesaikan transaksi tersebut. Itu tidak menjadi solusi keuangan yang layak untuk digunakan orang umum setiap hari.

Melalui Octus Bridge, pengguna bisa mengambil aset dari blockchain lain dan mengirim atau melakukan transfer ke Everscale atau jaringan lainnya secara instan dan dengan biaya yang lebih bersahabat. Kecanggihan ini didasari oleh teknologi di balik jaringan Everscale.

Melihat bahwa jaringan menjadi sedikit beban saat melakukan proses transaksi, Everscale berhasil menanganinya agar tidak memengaruhi waktu proses transaksi atau biaya jaringan. Dengan adanya jembatan ini, Everscale mampu membuka pintu bagi para pengguna yang dananya tertahan di jaringan blockchain lain untuk mengirimnya ke jaringan yang lebih cepat dan murah.

Beralih pada platform Flat Qube. Platform satu ini memiliki perlengkapan utama yang juga menjadi khas, yaitu pertukaran terdesentralisasi di mana pengguna bisa menukar aset mereka dengan berbagai produk cryptocurrency yang paling populer di pasar.

Selain bertukar, para pengguna dapat memanfaatkan keuntungan dari staking dan yield farming melalui Flat Qube, di mana pengguna menyetor dana di platform ini untuk jangka waktu tertentu dan mendapatkan imbalan atau keuntungan berupa uang setiap bulannya.

Dampak Kekuatan Komunitas

Kedua platform tersebut (Octus Bridge dan Flat Qube) telah berhasil merangkul banyak orang untuk terjun ke jaringan Everscale, terutama untuk pasar Asia. Mereka membuktikan keberhasilannya melalui peluang yang diberikan kepada setiap pengguna dan bagaimana cara mereka beroperasi.

Kedua platform adalah organisasi otonom terdesentralisasi (DAO), di mana pengguna dapat berpartisipasi dalam tata kelola mereka dan mempertaruhkan sejumlah aset. Mereka yang sudah berpartisipasi dapat mengusulkan perubahan pada platform dan memiliki suara.

Pendekatan terdesentralisasi telah menjadi ciri khas dari jaringan Everscale sejak awal mulai diluncurkan pada dua tahun lalu. Jaringan ini diatur oleh EVER DAO yang sudah berhasil membuka pintu bagi pengguna untuk turut terlibat dalam membentuk dan mengembangkan jaringan.

Meskipun pendekatan ini berhasil untuk jaringan Everscale, belum tentu dapat berlaku dan berhasil pada jaringan industri blockchain lainnya. Namun, beberapa cara aman yang patut dicoba adalah dengan memanfaatkan nilai keuangan terdesentralisasi dan membuat proses transaksi untuk para pengguna menjadi kian mudah dan semakin nyaman.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Banyak Fraud, Ini Cara Memanfaatkan Web3 Buat Ekonomi RI


(dru)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading