Wah! Anak Buah Biden Minta TikTok Dihapus dari Android & iOS

Tech - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
29 June 2022 16:10
tik tok Foto: CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia - Pimpinan Komisi Komunikasi Federal (FCC) Amerika Serikat, meminta Apple dan Google untuk menghapus TikTok dari toko aplikasi mereka karena masalah keamanan data terkait China.

Aplikasi video pendek yang sangat populer itu dimiliki oleh perusahaan China ByteDance, yang menghadapi pengawasan AS di bawah Presiden Donald Trump.

Brendan Carr, salah satu komisaris FCC, membagikan surat melalui Twitter kepada CEO Apple Tim Cook dan CEO Alphabet Sundar Pichai. Surat itu menunjuk pada laporan dan perkembangan lain yang membuat TikTok tidak mematuhi kebijakan toko aplikasi kedua perusahaan.


"TikTok tidak seperti yang terlihat di permukaan. Ini bukan hanya aplikasi untuk berbagi video atau meme lucu. Itu hanya penyamaran saja," katanya dalam surat tersebut, dikutip dari CNBC Internasional, Rabu (29/6/2022).

"Pada intinya, TikTok berfungsi sebagai alat pengawasan canggih yang mengumpulkan sejumlah besar data pribadi dan sensitif." imbuhnya.

Alphabet, Apple, dan TikTok tidak segera menanggapi permintaan komentar CNBC.

TIKTOKFoto: TikTokĀ (CNBC Indonesia)

Surat Carr, tertanggal 24 Juni dengan kop surat FCC, mengatakan jika Apple dan Alphabet tidak menghapus TikTok dari toko aplikasi mereka, mereka harus memberikan pernyataan kepada lembaga tersebut sebelum 8 Juli.

Pernyataan yang diminta harus menjelaskan alasan perusahaan bahwa akses rahasia data pribad dan sensitif pengguna AS tidak gunakan oleh oknum di China.

Ia menyebut bahwa pola representasi dan perilaku menyesatkan TikTok, tidak bertentangan dengan kebijakan toko aplikasi kedua raksasa teknologi asal Amerika Serikat tersebut.

Surat Carr mengutip laporan BuzzFeed News dari awal bulan yang mengatakan rekaman pernyataan karyawan TikTok mengindikasikan para insinyur di China memiliki akses ke data AS antara September 2021 dan Januari 2022.

Laporan BuzzFeed termasuk pernyataan dari juru bicara TikTok yang mengatakan: "Kami tahu kami adalah salah satu platform yang paling diteliti dari sudut pandang keamanan, dan kami bertujuan untuk menghilangkan keraguan tentang keamanan data pengguna AS. Itulah mengapa kami mempekerjakan para ahli di bidangnya, terus bekerja untuk memvalidasi standar keamanan kami, dan membawa pihak ketiga yang independen dan bereputasi baik untuk menguji pertahanan kami."

Pada 17 Juni, di hari yang sama dengan laporan BuzzFeed, TikTok mengumumkan bahwa mereka merutekan semua lalu lintas pengguna AS. ke Oracle Cloud Infrastructure.

TikTok juga memindahkan data pribadi pengguna AS dari pusat datanya sendiri di AS dan Singapura ke server cloud Oracle di Amerika Serikat.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kreator TikTok Bakal Kebagian Cuan Iklan, Mau?


(roy/roy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading