Sempat Ditolak, Gojek Kini Berhasil Masuk Malaysia?

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
27 June 2022 10:50
Mobil berlogo Gojek di Malaysia

Jakarta, CNBC Indonesia - Gojek dikabarkan akan segera beroperasi di jalanan Malaysia. Rumor itu berasal dari sebuah mobil dengan logo Gojek yang terlihat di Kuala Lumpur.

Laporan dari The Edge Markets mengatakan mobil Honda City itu terlihat sedang diambil gambarnya oleh kru. Terlihat juga pengawalan yang dilakukan oleh sepeda motor polisi, dikutip dari Advertising Marketing.

Namun Gojek membantah kabar tersebut. Deputy Chief of Corporate Affairs Gojek Audrey Petrini mengatakan layanan Gojek saat ini tidak tersedia di Malaysia dan pengambilan gambar itu untuk keperluan materi kampanye pada akhir tahun.


"Kami juga belum memiliki rencana untuk masuk ke pasar Malaysia. Kendaraan yang terlihat adalah bagian dari keperluan pengambilan gambar untuk materi kampanye yang akan diluncurkan akhir tahun bagi pelanggan di wilayah operasional Gojek saat ini," ujarnya kepada CNBC Indonesia, Jumat (24/6/2022).

Hingga saat ini Gojek sudah beroperasi di beberapa negara Asia Tenggara. Selain Indonesia, ada Singapura, Vietnam, Thailand dan Fillipina.

Wacana Gojek untuk masuk ke Malaysia sebenarnya sudah terdengar sejak tahun 2019 lalu. Kabinet Mahathir Mohamad sebenarnya sudah menyetujui perusahaan itu masuk, namun ternyata gelombang penolakan juga muncul tidak lama setelahnya.

Kala itu, survei di media sosial yang dilakukan media New Straits Times menemukan 65% netizen Malaysia menolak kehadiran Gojek. Terdapat 2.000 pengguna Facebook yang berpartisipasi dalam survei.

Salah satu yang menolak saat itu bernama Catherine Lai. Dia mengungkapkan sebaiknya pemerintah Malaysia berfokus dalam peningkatan sistem transportasi publik dibandingkan memperkenalkan ojek online.

"Saya tidak berbicara tentang membangun lebih banyak jalan atau jalan layang, meskipun itu juga akan membantu. Yang saya maksud adalah jadwal bus yang lebih baik untuk orang seperti Saya. Sekarang ini bus akan jalan ketika bus penuh dengan penumpang. Jadi sesuatu harus dilakukan untuk mengatasi hal ini," ujarnya.

Sementara itu, Grab mendominasi layanan ride-hailing di Malaysia saat ini. Data dari firma solusi dan peonasihat sains Blackbox, Grab paling sering digunakan mencapai 94% dan ada juga MyCar (3%) serta Maxim (2%).


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

GoTo Financial Beri Kiat Manfaatkan Data Science Untuk Bisnis


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading