Bos Tesla di Singapura Dipecat, Kena Badai PHK?

Tech - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
14 June 2022 15:20
A truck loaded with Tesla cars departs the Tesla plant Tuesday, May 12, 2020, in Fremont, Calif. Tesla CEO Elon Musk has emerged as a champion of defying stay-home orders intended to stop the coronavirus from spreading, picking up support as well as critics on social media. Among supporters was President Donald Trump, who on Tuesday tweeted that Tesla's San Francisco Bay Area factory should be allowed to open despite health department orders to stay closed except for basic operations. (AP Photo/Ben Margot)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tesla telah memberhentikan country manager Singapura (pemimpin Tesla untuk Singapura). Hal ini dilakukan seminggu setelah CEO Tesla, Elon Musk, memperingatkan tentang pemutusan hubungan kerja (PHK) global.

Christopher Bousigues memposting hari Minggu di LinkedIn bahwa perannya telah "dihilangkan."

Profil LinkedIn Bousigues menunjukkan bahwa dia adalah country manager untuk negara Singapura dan telah dipekerjakan oleh Tesla selama lebih dari setahun.


Dia tidak memberikan alasan khusus untuk pemecatannya tetapi mengatakan itu terkait dengan pemutusan hubungan kerja yang telah ditandai oleh Tesla.

Bousigues mengatakan dia adalah country manager pertama di Asia Tenggara dan, pada tahun lalu, dia dan timnya telah "membangun bisnis dari bawah ke atas."

Mantan karyawan Tesla itu menyoroti beberapa pencapaiannya termasuk mendirikan dua showroom, satu pusat layanan dan meluncurkan Tesla Model Y minggu lalu di Singapura, demikian dikutip dari CNBC Internasional, Selasa (14/6/2022)

A Tesla logo is seen at a groundbreaking ceremony of Tesla Shanghai Gigafactory in Shanghai, China January 7, 2019. REUTERS/Aly SongFoto: Tesla (REUTERS/Aly Song)

Bousigues dan Tesla tidak segera menanggapi permintaan komentar ketika dihubungi oleh CNBC Internasional.

Dikabarkan sebelumnya, awal bulan ini, Musk mengirim surat kepada karyawan yang isinya mengumumkan rencana untuk pengurangan jumlah pegawai yang digaji sebesar 10%.

Musk mengatakan, perusahaan telah kelebihan staf di banyak area. Orang terkaya di dunia itu mengatakan bahwa dia memiliki "perasaan yang sangat buruk" tentang ekonomi dalam email terpisah kepada para eksekutif, lapor Reuters.

Tesla mempekerjakan hampir 100.000 orang di seluruh dunia pada akhir 2021.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sederet Ambisi Elon Musk: Dari Tesla, Mars, Kini Twitter


(roy/roy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading