Ini Kata NASA Soal Viral Matahari Terbit dari Barat

Tech - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
13 June 2022 08:20
Hot air balloons, carrying tourists, rise into the sky at sunrise in Cappadocia, central Turkey, early Tuesday, Aug. 7, 2018.  Cappadocia has become a favourite site for tourists in hot-air balloons who can slowly drift above the cone-shaped rock formations and then float up over rippled ravines for breathtaking views over the region.(AP Photo/Emrah Gurel)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menepis isu kiamat yang mengaitkannya dengan kemungkinan matahari terbit dari barat.

Hal ini berawal dari sebuah postingan berbahasa Thailand yang viral di Facebook beberapa waktu lalu yang mengungkap aktivitas tak biasa Matahari, yakni terbit dari barat dan membuat mendekati kiamat.

Ilustrasi planet Proxima d, planet yang diketahui mengorbit bintang terdekat dengan Matahari, Proxima CentauriFoto: L. Calada - ESO

"Bumi akan berputar ke arah sebaliknya yang menyebabkan matahari muncul dari sisi barat. Periset meyakini bahwa kita bergerak menuju pembalikan medan magnet yang akan menjadi akhir umat manusia dan mendekati kiamat," tulis postingan di Facebook tersebut.


Namun, NASA membantah unggahan itu. Associate Administrator for Communications NASA, Bettina Inclan, mengatakan pihaknya dan organisasi lain tak pernah memprediksi hal itu.

"Baik NASA maupun organisasi ilmiah lain tidak ada yang memprediksi matahari akan terbit dari barat," ungkap Inclan.

Inclan menjelaskan fenomena pembalikan magnet memang pernah terjadi. Sejumlah ilmuwan juga mempelajari terkait hal tersebut.

Namun, dia mengatakan pembalikan magnet itu tidak membuat berputar ke arah sebaliknya, apalagi mengubah arah matahari terbit.

"Adapun pembalikan medan magnet memang fenomena nyata yang telah terjadi beberapa kali di masa silam dan ilmuwan di seluruh dunia mempelajarinya, namun pernyataan jika hal ini membuat Bumi berputar ke arah sebaliknya yang menjadikan matahari terbit dari barat adalah salah," kata Inclan.

Sebagai informasi saja, salah satu planet di Tata Surya sebenarnya mengalami matahari terbit dari barat. Ini terjadi di Venus, karena planet itu berputar ke yang berlawanan dengan Bumi.

Rotasi planet dan lama waktu mengelilingi matahari Venus juga cukup panjang. Venus melakukannya masing-masing 243 hari dan 225 hari. Dengan waktu tersebut, matahari hanya muncul dua kali dalam setahun. Matahari terbit setiap 117 hari Bumi di Venus.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kalau Kamu Kirim Pesan Untuk Pacar, NASA Untuk Alien


(dem)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading