Perancang Aplikasi Gojek Soal PHK Startup: "I Told You So"

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
09 June 2022 10:55
Pengembang aplikasi Go-jek Alamanda Shantika (Foto: Lynda Hasibuan/CNBC Indonesia) Foto: Pengembang aplikasi Go-jek Alamanda Shantika (Foto: Lynda Hasibuan/CNBC Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Alamanda Shantika, Presiden Direktur Binar Academy, mengomentari kejadian yang dialami banyak startup baik di Indonesia dan dunia. Dia juga menjelaskan penerapan bootstrap untuk perusahaannya saat ini Binar Academy.

"Banyak yang bertanya kepada saya mengenai ledakan baru-baru ini, dan yang bisa saya katakan hanyalah #iToldYouSo," kata Alamanda, dikutip dari laman Linkedin, Kamis (9/6/2022).

Pengembang aplikasi Go-jek Alamanda Shantika (tengah) (Foto: Lynda Hasibuan/CNBC Indonesia)Foto: Pengembang aplikasi Go-jek Alamanda Shantika (tengah) (Foto: Lynda Hasibuan/CNBC Indonesia)

Perempuan programmer yang pernah bekerja sebagai Vice President Product Gojek itu menyatakan butuh banyak waktu untuk ekosistem melakukan kalibrasi. Maka dari itu dirinya memberanikan diri membangun Binar Academy dengan tujuan mempercepat ketersediaan talenta.


Binar Academy dibangun dalam rangka menyeimbangkan penawaran dan permintaan. Alamanda juga mengaku tidak banyak yang mau melakukan hal tersebut kala itu.

"Serta untuk tujuan ini dengan semua suka dan duka yang kamu lalui, Dita Aisyah Ignasius Setolareno dan saya bootstrap untuk Binar selama 4 tahun," jelasnya.

Proses tersebut, dia menuliskan akan menguji mentalitas wirausaha. "Apakah kita benar-benar siap? Kami menghitung setiap uang dan memastikan semua sumber daya telah dimaksimalkan," ungkapnya.

Dengan keputusan melakukan bootstrap, dia mengatakan akan mengajarkan membangun fondasi yang kuat dan sehat. Termasuk membuat berpikir cara agar dapat mengembangkan unit yang sehat.

Alamanda, yang saat ini juga menempati posisi di dewan komisaris Mandiri Capital, melanjutkan, ukuran dan kesuksesan startup tidak bisa hanya dinilai dari keberhasilan mengumpulkan pendanaan bernilai jutaan dolar. Dia memuji perusahaan yang bisa berkembang bahkan tanpa suntikan modal dari investor dan merekalah yang pantas untuk disorot.

Melansir Detik.com pada 2016 lalu, dia bercerita saat itu ekosistem startup mulai tidak sehat khususnya terkait pembajakan karyawan. Serta juga muncul startup baru dan menawarkan jumlah gaji fantastis.

Pada saat itu, Alamanda bahkan telah mengungkapkan ketakutan adanya startup bubble persis seperti yang terjadi dengan dotcom. Ini akan membuat perusahaan tidak bisa membayar gaji para pegawainya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ternyata Ini Biang Kerok Bisnis Startup Bisa Gagal di RI


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading