Elon Musk Digugat Investor Twitter, Gegara Manipulasi Saham?

Tech - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
28 May 2022 15:15
Elon Musk tiba di acara amal tahunan Met Gala 2022 bertema In America: An Anthology of Fashion di The Metropolitan Museum of Art, New York, Amerika Serikat, Senin (2/5/2022). (REUTERS/Brendan Mcdermid)

Jakarta, CNBC Indonesia - Miliarder yang juga pendiri Tesla Elon Musk mendapatkan gugatan dari para investor Twitter. Hal ini dikarenakan dugaan penanganan Musk dan Twitter dalam mengakuisisi saham perusahaan itu.

Kacaunya proses akuisisi tersebut disebut telah berkontribusi pada perubahan harga yang bergejolak dalam harga saham perusahaan.

Adapun Musk telah mengusulkan pembelian sebesar US$ 44 miliar, atau US$ 54,20 per saham.


Musk telah menjual dan menjanjikan sebagian dari kepemilikan Tesla-nya sebagai jaminan pinjaman untuk membiayai kesepakatan.

Sejak tawaran akuisisi dari Musk, harga saham Twitter telah turun lebih dari 12%, dan Tesla turun sekitar 28% sebagai bagian dari aksi jual luas di saham teknologi. Saham Tesla turun lebih dari 40% pada akhir perdagangan sejak Musk pertama kali mengungkapkan sahamnya.

Dalam gugatan class action yang diajukan pada Rabu (25/5/2022), pemegang saham Twitter menuduh bahwa Musk melanggar undang-undang perusahaan California di beberapa bidang dan terlibat dalam manipulasi pasar.

Melansir CNBC International, mereka mengeklaim bahwa Musk diuntungkan secara finansial dengan menunda pengungkapan yang diperlukan tentang sahamnya di Twitter, dengan menyembunyikan sementara rencananya pada awal April untuk menjadi anggota dewan di platform tersebut.

Musk juga mengambil saham di Twitter, sementara dia mengetahui informasi orang dalam tentang perusahaan berdasarkan percakapan pribadi dengan anggota dewan dan eksekutif, termasuk mantan CEO Jack Dorsey, teman lama Musk, dan co-CEO Silver Lake Egon Durban , anggota dewan Twitter yang perusahaannya sebelumnya telah berinvestasi di SolarCity sebelum Tesla mengakuisisinya.

Gugatan yang diajukan juga menyatakan bahwa Musk melanggar undang-undang California dengan menabur keraguan, tentang apakah dia akan menyelesaikan kesepakatan setelah menandatangani kontrak untuk membelinya.

Awal bulan ini, Musk mengatakan dia menunda akuisisi Twitter untuk mempelajari lebih lanjut tentang aktivitas tidak autentik di platform, termasuk informasi tentang akun palsu atau otomatis.

Keluhan pemegang saham menambahkan bahwa aksi protes Musk tentang "bot" adalah bagian dari skema untuk menegosiasikan harga atau menghentikan kesepakatan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Elon Musk Usul Sistem Baru Twitter Blue, Bayar Pakai Kripto


(luc/luc)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading