Bumi Makin Panas Buat Virus Pindah ke Manusia, Ini Alasannya

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
11 May 2022 10:45
Orang-orang dengan menggunakani masker menyeberang jalan pada jam sibuk pagi hari di Central Business District (CBD) di distrik Chaoyang, di tengah wabah penyakit virus corona (COVID-19) di Beijing, China, Kamis (5/4/2022). (REUTERS/Carlos Garcia Rawlins)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kondisi bumi yang makin panas dapat membantu penyebaran penyakit yang membahayakan antara hewan dengan manusia. Bahkan menurut para peneliti berisiko menimbulkan pandemi lebih lanjut.

Saat planet ini memanas, banyak spesies hewan akan terpaksa pindah ke daerah baru untuk menemukan kondisi yang sesuai. Mereka membawa parasit dan patogen, serta menyebar diantara spesies yang belum pernah berinteraksi sebelumnya.

The Guardian menuliskan kejadian tersebut akan meningkatkan risiko apa yang disebut zoonotic spillover. Ini terjadi saat virus berpindah dari hewan ke manusia dan memiliki potensi terjadinya pandemi lain sebesar Covid-19, dikutip Rabu (11/5/2022).


"Seiring perubahan dunia, wajah penyakit juga akan berubah," ucap pakar ekologi penyakit di Universitas Georgetow dan rekan penulis makalah, Gregory Albery. "Pekerjaan ini memberikan lebih banyak bukti tak terbantahkan bahwa dekade mendatang tidak hanya akan lebih panas, namun lebih sakit."

Dia menambahkan jika perubahan iklim mengguncang ekosistem hingga ke intinya. Kejadian itu menyebabkan interaksi antarspesies yang kemungkinan besar telah menyebarkan virus.

Parahnya lagi, menurutnya tindakan drastis apapun untuk mengatasi pemanasan global yang dilakukan sekarang tidak akan cukup menghentikan risiko peristiwa limpahan.

"Ini terjadi, itu tidak bisa dicegah bahkan dalam skenario terbaik perubahan iklim dan perlu mengambil tindakan untuk membangun infrastruktur kesehatan untuk melindungi populasi hewan dan manusia," jelasnya.

Penelitian itu menyebut ada 10 ribu jenis virus yang bisa menginfeksi manusia dan beredar pada populasi hewan liar secara diam-diam. Infeksi silang sebenarnya tidak biasa namun karena ada lebih banyak habitat telah dihancurkan untuk pertanian dan perluasan perkotaan, lebih banyak orang melakukan kontak dengan hewan yang terinfeksi.

Perubahan iklim, sayangnya, juga memperburuk masalah ini. Yakni dengan cara membantu menyebarkan penyakit pada spesies yang sebelumnya tidak bertemu.

Studi itu memperkirakan adanya pergeseran jangkauan geografis pada 3.139 spesies mamalia akibat perubahan iklim serta penggunaan lahan hingga 2070 mendatang. Selain itu juga dengan tingkat pemanasan global yang relatif rendah, bahkan ada 15 ribu peristiwa penularan lintas spesies dari satu atau lebih virus.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Duh! Gletser Terbesar di Kutub Selatan Mencair, Ini Dampaknya


(npb)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading