Banyak CEO Hobi Pakai Password yang Lemah, Ini Dia Daftarnya

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
10 May 2022 09:20
Pekerja melayani calon pemebeli laptop di mall Ambassador, Jakarta, Kamis (10/3/2022). Harga laptop di dalam negeri makin melambung karena adanya krisis chipset semikonduktor selama pandemi. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - CEO dan pemilik bisnis dunia ternyata juga tidak membuat password yang aman. Dalam sebuah penelitian baru oleh NordPass, banyak dari mereka menggunakan kata sandi yang lemah.

Beberapa di antara password yang digunakan para petinggi perusahaan itu adalah "123456", "12345", "password", "123456789", dan "qwerty". Daftar tersebut merupakan yang digunakan para CEO dan sering diretas, dikutip dari IFL Science, Selasa (10/5/2022).

Password yang sering digunakan oleh mereka "123456" ternyata ditemukan dalam lebih dari 1,1 juta pelanggaran keamanan siber di seluruh dunia. Ada juga "password" pada 700 ribu kasus.


Nama juga kerap digunakan para eksekutif itu untuk dijadikan password. Nyatanya pilihan itu juga tidak terlalu aman.

Misalnya saja password "tiffany" digunakan dalam 100.534 kesalahan. Berikutnya ada "charlie" (33.699), "michael" (10.647), dan "jordan" (10.472).

Para bos itu juga sering menggunakan password dengan nama makhluk mitos dan hewan. Misalnya "dragon" (11.926) dan "monkey" (11.675).

Sebagai informasi, penelitian itu dilakukan dengan menganalisis lebih dari 290 juta pelanggaran data keamanan siber di seluruh dunia. Password dikategorikan berdasarkan tingkat pekerjaan, misalnya eksekutif C-suite (CMO, CRO, CTO, CFO), pemilik bisnis, dan manajer.

CEO NordPass, Jonas Karklys mengatakan temuan pada laporan terbaru menyoroti semua orang mengambil tindakan sederhana untuk mengurangi peluang diretas. Khususnya dalam menggunakan pengelola kata sandi untuk menyimpannya dalam penyimpanan digital terenkripsi dari ujung ke ujung.

"Sulit dipercaya betapa miripnya kita semua berpikir dan penelitian ini hanya menegaskan bahwa, apa yang dianggap orisinal, pada kenyataannya bisa menempatkan kita dalam daftar yang paling umum," jelasnya.

"Semua orang dari gamer remaja hingga pemilik perusahaan merupakan target kejahatan siber dan satu-satunya perbedaan adalah entitas bisnis membayar harga lebih tinggi untuk ketidaksadaran mereka".


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Pakai 20 Password Ini? Ganti Segera Atau Dirampok Hacker


(npb)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading