Penting! Ini Kriteria Orang yang Tak Boleh Divaksin Booster

Tech - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
11 April 2022 10:45
Petugas menyuntikkan vaksin Covid-19 dosis ketiga (booster) di Lobby Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Rabu, 6 April 2022. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah terus menggenjot pemberian vaksin dosis ketiga atau booster untuk masyarakat.

Program vaksin booster yang telah dimulai sejak 12 Januari 2022, bertujuan memperkuat efek vaksinasi yang telah diberikan sebelumnya.

Kementerian Kesehatan RI mengeluarkan surat edaran tentang pelaksanaan vaksinasi booster COVID-19. Dalam edaran tersebut, diatur tentang siapa saja penerima vaksin COVID-19.


Dalam Surat Edaran Nomor HK.02.02/II/252/2022 tentang Vaksinasi COVID-19 Dosis Lanjutan (Booster), sebelum pemberian vaksinasi, dilakukan skrining terlebih dahulu.

Hanya peserta yang sudah lolos skrining yang diberikan vaksin booster sesuai dengan jenis kombinasi vaksin yang telah ditetapkan.

Mengutip Detik.com, berikut kriteria orang yang tidak boleh vaksin booster COVID-19.

  • Suhu di atas 37,5 derajat Celcius, vaksinasi ditunda sampai suhu normal.
  • Jika tekanan darah >140/90, pengukuran tekanan darah diulang 5-10 menit. Jika masih tinggi maka vaksinasi ditunda.
  • Ibu hamil yang usia kehamilannya kurang dari 13 minggu.
  • Ibu hamil yang memiliki keluhan dan tanda preeklamsia.
  • Mengidap penyakit komorbid yang tidak terkontrol seperti jantung, diabetes melitus, HIV, hipertiroid, penyakit ginjal kronis, penyakit hati.
  • Pengidap penyakit autoimun seperti lupus. Jika terkontrol booster bisa diberikan.
  • Orang yang mendapat pengobatan untuk gangguan pembekuan darah, kelainan darah, defisiensi imun, dan penerima produk darah/transfusi. Vaksin ditunda dan dirujuk ke RS.
  • Orang yang sedang mendapatkan pengobatan imunosupresan seperti kortikosteroid dan kemoterapi. Vaksin ditunda dan dirujuk ke RS.
  • Orang yang mengidap penyakit komorbid yang tidak terkontrol seperti hati, jantung, diabetes, HIV, hipertiroid, dan ginjal kronis.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Vaksin Booster Astrazeneca vs Pfizer, Mana yang Lebih Tokcer?


(roy/roy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading