Diam-diam Putra Mahkota Saudi Terjun ke Bisnis Game Online

Tech - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
06 April 2022 17:05
In this photo provided by the Saudi Royal Palace, Saudi Crown Prince Mohammed bin Salman speaks during the Green Initiative Summit in Riyadh, Saudi Arabia, Monday, Oct. 25, 2021. (Bandar Aljaloud/Saudi Royal Palace via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - SNK Corporation, pengembang game Metal Slug dan Fatal Fury, kini hampir seluruhnya dimiliki oleh anak perusahaan yayasan putra mahkota Saudi.

Electronic Gaming Development Company (EGDC), yang dimiliki oleh Mohammed bin Salman Foundation (MiSK Foundation), memegang 96,18 persen saham SNK. Hal ini diketahui dari pengajuan 15 Februari di website SNK.

Hal ini mengikuti investasi strategis yang diumumkan pada November 2020, di mana MiSK Foundation mengakuisisi 33,3 persen saham "awal" di SNK.


Pada saat itu, MiSK Foundation mengindikasikan bahwa mereka berencana mencaplok 51 persen saham di SNK, dan mereka memutuskan untuk membeli saham yang jauh lebih besar.

"Investasi Yayasan Mohammed bin Salman (Yayasan MiSK) di perusahaan Jepang SNK memperkuat komitmen berkelanjutannya terhadap tujuannya untuk memberdayakan pria dan wanita Saudi melalui pembangunan kemitraan ekonomi, dalam strategi Yayasan yang diperbarui untuk memaksimalkan dampak positif pada pemberdayaan pemuda," MiSK Foundation mengatakan dalam siaran pers, dikutip dari The Verge, Rabu (6/4/2022).

Keputusan investasi, kata mereka, juga akan meningkatkan kemampuan SNK, yang memiliki banyak kekayaan intelektual inovatif di sektor game di masa depan, sejalan dengan pertumbuhan yang diantisipasi dengan industri game elektronik.

Baru-baru ini, Arab Saudi telah melakukan beberapa investasi besar di industri game. Bloomberg melaporkan pada Februari bahwa Dana Investasi Publik (PIF) Arab Saudi telah mengambil saham lebih dari 5 persen di Capcom dan Nexon. Jika digabungkan, keduanya bernilai lebih dari US$ 1 miliar.

PIF juga menginvestasikan lebih dari US$3,3 miliar untuk membeli saham di raksasa game Activision Blizzard (yang akan diakuisisi oleh Microsoft), EA, dan Take-Two pada kuartal keempat tahun 2020, Al Jazeera melaporkan pada Februari 2021.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Game Roblox Segera Hadirkan Dunia Virtual Metaverse?


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading