Shopee-Bukalapak-Tokopedia Masuk Notorious Market, Apa Itu?

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
22 February 2022 13:05
Ilustrasi kantor United States Trade Representative (USTR). AP/

Jakarta, CNBC Indonesia - Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (AS) atau USTR merilis laporan daftar Notorious Market tahun 2021. Ada sejumlah pasar online dan fisik dalam laporan tersebut, termasuk tiga e-commerce yang beroperasi di Indonesia yakni Shopee, Bukalapak dan Tokopedia.

Lalu apa artinya daftar Notorious Market? Perusahaan yang masuk dalam daftar itu dituding terlibat atau memfasilitasi hingga mendapatkan manfaat dari barang palsu atau barang bajakan yang dijual itu.

"2021 Review of Notorious Markets for Counterfeiting and Piracy (Notorious Markets List atau NML) menyoroti yang menonjol dan ilustratif contoh pasar online dan fisik yang dilaporkan terlibat, memfasilitasi, menutup mata, atau mendapat manfaat dari pembajakan atau pemalsuan substansial," tulis laporan itu, dikutip Selasa (22/2/2022).


Laporan itu menuliskan tujuan NML adalah memotivasi dari sektor pemerintah dan swasta bisa mengurangi aktivitas pembajakan dan pemalsuan.

Nyatanya banyak e-commerce negara lain yang masuk dalam daftar. Beberapa perusahaan asal China masuk di dalamnya, termasuk raksasa Tencent dan Alibaba.

"Ini termasuk mengidentifikasi untuk pertama kalinya AliExpress dan ekosistem e-commerce WeChat, dua pasar online signifikan yang berbasis di China yang dilaporkan memfasilitasi pemalsuan merek dagang yang substansial," jelas kantor USTR dikutip dari Reuters.

Ada juga nama Baidu Wangpan, DHGate, Pindudoduo dan Taobao di dalam daftar tersebut.

Untuk ketiga e-commerce yang beroperasi di Indonesia, laporan itu menyatakan ada pelanggaran berulang. Penjual barang palsu masih bisa mendaftar atau menjual barangnya lagi dalam platform tersebut.

Tokopedia disebut memiliki tingkat dan volume tinggi pada barang palsu seperti dari baju, komestik serta aksesoris. Ada juga pembajakan buku dan materi berbahasa Inggris dalam platform.

Tokopedia, mengutip para pemegang hak cipta, butuh informasi lebih banyak, tidak menghapus dengan cepat dan tidak mengizinkan pemegang hak untuk melacak pemberitahuan mereka.

Di Bukalapak, sebagian besar produk bermerk disebut tidak asli dan secara terbuka dilabeli replika produk bermerek. Ada kekhawatiran juga platform kurang proaktif dalam proses pemalsuan hingga penghapusan yang dinilai lambat.

Tingkat pemalsuan yang tinggi dikatakan terjadi di seluruh platform kecuali Shopee Taiwan. Prosedur pemberitahuan dan penghapusan pada platform juga dikatakan memberatkan, terdesentralisasi, tidak efektif dan lambat.

Pada pasar fisik, Mangga Dua di Jakarta masuk dalam daftar tersebut. Tempat itu dinilai menjual beragam barang palsu termasuk tas, dompet, barang anak, hingga aksesoris. Laporan itu menambahkan penegakan hukum minim dilakukan pada mereka yang menjual barang palsu.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Cek Jawara e-Commerce RI, Bukalapak & Lazada Nomor Berapa?


(npb/npb)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading