Terungkap! Misteri Tsunami 2021 yang Menyebar ke Seluruh Bumi

Tech - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
10 February 2022 08:30
A seagull flies over a wave at Fudaihama beach in Fudai, Iwate Prefecture, Japan, March 1, 2018. REUTERS/Kim Kyung-Hoon  SEARCH

Jakarta, CNBC Indonesia - Tsunami yang muncul di Samudra Atlantik Selatan pada Agustus 2021 menjadi sebuah misteri. Apalagi tsunami itu menyebar bak jamur hingga jarak lebih dari 10.000 kilometer melalui Atlantik Utara, Pasifik, dan Samudra Hindia.

Ini adalah pertama kalinya tsunami tercatat di tiga samudra berbeda sejak gempa bumi Samudra Hindia 2004, dan para ilmuwan baru sekarang mengetahui bagaimana gelombang itu dipicu.

Pusat gempa Agustus tahun lalu diukur 47 kilometer di bawah dasar laut. Jarak tersebut terlalu dalam untuk memulai tsunami yang signifikan, bahkan satu dengan gelombang yang relatif kecil antara 15 dan 75 sentimeter.


Namun ternyata, tsunami ini bukan hanya disebabkan dari satu gempa berkekuatan M 7,5 skala richter. Pandangan baru pada data seismologi menunjukkan bahwa sebenarnya ada serangkaian gempa yang terdiri dari lima sub-gempa dan di tengah-tengahnya, ada gemuruh yang jauh lebih besar dan lebih dangkal yang mungkin menyebabkan tsunami global.

Gempa ketiga yang 'tak terlihat' ini terjadi hanya 15 kilometer di bawah permukaan bumi dengan kekuatan M 8,2. Namun di tengah keramaian gempa, sistem pemantauan benar-benar melewatkannya.

"Peristiwa ketiga ini spesial karena sangat besar, dan tidak bersuara," jelas seismolog Zhe Jia dari California Institute of Technology, dikutip dari Science Alert, Kamis (10/2/2022).

"Dalam data yang biasa kami lihat [untuk pemantauan gempa], hampir tidak terlihat," imbuhnya.

Di antara kelompok pecahan biasa lainnya, mereka menemukan gemuruh selama 3 menit yang memecahkan bagian antarmuka pelat sepanjang 200 kilometer. Secara keseluruhan, peristiwa yang satu ini menghasilkan lebih dari 70 persen dari total momen seismik yang terekam.

Para penulis menyimpulkan, gempa South Sandwich Island tampaknya merupakan gabungan dari retakan dalam dan slip tsunamigenik lambat. Ini menjelaskan kombinasi yang agak tidak biasa dari kedalaman yang relatif besar dan tsunami yang diamati secara global.

Temuan menunjukkan sistem peringatan gempa dan tsunami yang ada perlu diperbarui. Jika ingin memperingatkan masyarakat pesisir tentang kejadian serupa, maka sistem perlu membaca yang tersirat untuk melihat gempa yang lebih besar.

Jika tidak, ukuran sebenarnya dari gempa bumi kompleks dapat terus tak terlihat tanpa kita sadari. Saat ini, sistem pemantauan gempa cenderung berfokus pada gelombang seismologi periode pendek dan menengah, tetapi sepertinya periode yang lebih lama juga menyimpan informasi penting.

"Sangat jarang terjadi gempa bumi kompleks seperti ini, dan jika kita tidak menggunakan dataset yang tepat, kita tidak dapat benar-benar melihat apa yang tersembunyi di dalamnya." pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ini Letusan Gunung Tonga Pemicu Tsunami Melalui Citra Satelit


(npb/npb)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading