'Kiamat' ATM Bukan Omong Kosong, Ini Bukti Nyatanya!

Tech - Lalu Rahadian, CNBC Indonesia
22 January 2022 16:00
Kiamat ATM Benar Nyata!

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak awal 2020 telah mendorong perubahan pola transaksi di masyarakat. Digitalisasi dan pembatasan kegiatan sosial membuat masyarakat makin terbiasa berkegiatan secara daring, dan meninggalkan anjungan tunai mandiri (ATM) sebagai sarana transaksi sehari-hari.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), nilai transaksi digital banking meningkat 45,64% secara tahunan (yoy) menjadi Rp39.841,4 triliun selama 2021. Peningkatan transaksi digital banking diperkirakan terus terjadi pada 2022.

"Nilai transaksi digital banking diproyeksikan tumbuh 24,83% (yoy) mencapai Rp 49.733,8 triliun untuk tahun 2022," kata Gubernur BPerry Warjiyo dalam konferensi pers, Jumat (21/1/2022).


Peningkatan nilai transaksi uang elektronik yang dicatat BI termasuk aktivitas masyarakat menggunakan dompet digital. Transaksi melalui dompet digital sepanjang 2021 tumbuh 49,06% menjadi Rp305,4 triliun.

Pada 2022, BI memprediksi nilai transaksi dompet digital mampu menembus angka Rp357,7 triliun atau tumbuh 17,13%. Jika kenaikan ini terbukti, itu berarti akan ada semakin banyak orang yang bertransaksi melalui dompet digital dan meninggalkan sarana konvensional seperti ATM untuk sekedar mengirim uang, membayar tagihan, atau mengecek saldo.

"Tahun ini, BI akan terus mendorong inovasi sistem pembayaran, menjaga kelancaran dan keandalan sistem pembayaran," katanya.

Salah satu yang dilakukan BI untuk mengakselerasi digitalisasi sistem pembayaran adalah memperluas penggunaan QRIS. Bank sentral berharap tahun ini ada puluhan juta orang pengguna baru layanan QRIS.

"Kita akan perluas penggunaan QRIS dengan menargetkan 15 juta pengguna baru pada 2022 melalui kolaborasi dengan industri, kementerian dan lembaga, dan komunitas," ujarnya.

Mesin ATMFoto: Muhammad Luthfi Rahman
Mesin ATM

Peningkatan nilai transaksi digital terjadi seiring menurunnya jumlah ATM di Indonesia. Data BI menunjukkan, sejak 2018 jumlah ATM di Indonesia berkurang dari 106.901 mesin pada 2018, 106.649 pada 2019, dan menyusut hingga 99.262 mesin pada akhir September 2021.

Pengurangan itu juga diikuti dengan semakin langkanya kartu ATM yang beredar di pasar. 

Bank Indonesia mencatat pada 2018 total kartu ATM yang beredar di pasar mencapai 8,85 juta kartu. Pada 2019 bertambah menjadi 8,98 juta kartu. Puncaknya pada 2020 yang mencapai 9,51 juta kartu. Namun pada 2020 tren kartu ATM yang beredar berkurang. November 2021 total kartu ATM yang beredar tinggal 4,75 juta kartu.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kartu ATM BCA Chip Berlaku, Ini Cara Tukar Kartu Lama


(hsy/hsy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading