Alert! Ancaman Selain Covid Bikin Cahaya Bumi Terus Meredup

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
21 December 2021 13:25
Pemandangan Bumi dari Luar Angkasa (Twitter/@Inspiration4)

Jakarta, CNBC Indonesia - Cahaya Bumi dikabarkan terus meredup. Kabarnya ini karena perubahan iklim yang menjadi ancaman lain di dunia selain Covid-19.

Ini terungkap dalam penelitian yang ada di Geophysical Research Letters. Bumi digambarkan semakin gelap karena perubahan dan pergantian iklim yang terjadi secara natural.

Peneliti menggunakan data earthshine selama dua dekade. Data itu dikumpulkan oleh Big Bear Solar Observatory dengan teleskop tipe spesial untuk melihat Bulan.


Sementara Earthshine diartikan sebagai cahaya yang dipantulkan planet serta memancarkan cahaya redup pada permukaan Bulan. Ini bisa dipantulkan mulai dari tanah, es, awan serta laut terbuka di Bumi.

Observatorium bisa menghitung earthshine 40% dari Bumi, mencakup Pasifik dan Amerika Utara. Earthshine terbaik bisa dilihat saat Bulan Sabit dan fase Sabit Akhir.

Tim peneliti berhasil menganalisa data 800 malam dari 1998 hingga 2017. Menurut mereka, memang ada penurunan cahaya yang kecil tapi cukup signifikan, dikutip dari Gizmodo, Selasa (21/12/2021).

Aktivitas itu berganti dari tahun ke tahun. Namun tim peneliti mengungkapkan peristiwa tersebut 'cukup meredam dengan adanya penurunan jangka panjang yang mendominasi seri waktu'.

Mereka juga mengungkapkan hilangnya cahaya itu karena awal yang menghilang di Pasifik. "Penurunan albedo (proporsi cahaya datang atau radiasi yang dipantulkan permukaan) sangat mengejutkan saat kami menganalisa data tiga tahun terakhir dari 17 tahun albedo hampir datar," sebut peneliti di New Jersey Institute of Technology dan pemimpin studi ini, Philip Goode.

Selama 20 tahun, ada dua siklus gerhana. Matahari terdapat 11 tahun periode penurunan dan peningkatan aktivitas.

Menurut penelitian yang meredup bukanlah Matahari namun cahaya Bumi. "Data kami tidak mendukung argumen untuk jejak terdeteksi mekanisme aktivitas pada pemantulan Bumi selama dua dekade terakhir," kata Philip Goode.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ancaman Lebih Ngeri dari Covid-19 Itu Nyata, Ini Buktinya


(npb/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading