Riset: Ekosistem Gojek jadi Andalan Masyarakat Saat Pandemi

Tech - Teti Purwanti, CNBC Indonesia
16 December 2021 14:30
Dok. Gojek

Jakarta, CNBC Indonesia - Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) merilis hasil riset terbaru yang menyebutkan masyarakat Indonesia atau lebih dari 80% konsumen konsisten menggunakan aplikasi Gojek. Hal ini pun membuat ekosistem Gojek terus menunjukkan kontribusi positif pada perekonomian nasional setiap tahunnya.

Peneliti LD FEB UI Alfindra Primaldhi mengatakan, riset ini merupakan penelitian keempat terkait dampak ekosistem Gojek yang UI lakukan setiap tahunnya. Ekosistem Gojek memiliki solusi teknologi dan non-teknologi yang membantu mitra driver dan UMKM lebih tangguh dan lebih cepat memulihkan ekonominya melalui peningkatan pendapatan pada 2021, dibandingkan 2020.

"Hasil riset kali ini menyebutkan kalau ekosistem Gojek menjadi salah satu pilihan konsumen untuk tetap produktif. Mereka juga merasa aman menggunakan layanan dalam ekosistem ini," kata Alfindra dalam siaran pers, Senin (25/10/2021).


Kepercayaan dan loyalitas tersebut membuat konsumen menganggap biaya aplikasi yang dikenakan oleh GoFood dan GoSend sebagai sesuatu yang sesuai dan terjangkau. Konsumen beranggapan biaya yang mereka keluarkan sepadan dengan kualitas layanan yang diterima. Selain itu masyarakat pun menggunakan seperempat penghasilannya di ekosistem Gojek.

Demikian temuan utama dari riset terbaru LD FEB UI yang berjudul "Dampak Ekosistem Gojek terhadap Perekonomian Indonesia 2021: Mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional." Bukan cuma itu, konsumen juga membelanjakan lebih dari seperempat pendapatan bulanannya di dalam ekosistem ini.

Ketangguhan dan peningkatan pendapatan tersebut membuat kontribusi ekonomi ekosistem digital Gojek dan GoTo Financial (di luar Tokopedia) diperkirakan menjadi 1,6% dari PDB Indonesia, atau sekitar Rp 249 triliun di 2021. Kontribusi ekonomi ini meningkat 60% dibandingkan tahun sebelumnya.

Temuan menarik lainnya, yakni kemampuan ekosistem Gojek membantu mitra-mitranya tetap tumbuh di masa pandemi. Dengan begitu mereka optimis terhadap pemanfaatan platform online sebagai tempat mencari nafkah. Temuan-temuan utama riset terkait mitra driver dan mitra UMKM antara lain, peningkatan pendapatan mempercepat pemulihan di tahun kedua pandemi dan pendapatan Mitra UMKM GoFood rata-rata naik 66% di 2021 dibandingkan 2020.

Selain itu, Mitra driver GoCar dan GoRide mengalami peningkatan pendapatan di tahun 2021 sebesar 24% dan 18% dibandingkan pada 2020. Ini menandakan pelaku sektor informal yang berada dalam ekosistem digital turut merasakan sekaligus berkontribusi ke pemulihan ekonomi.

Riset ini juga menyebutkan optimisme terhadap platform online sebagai tempat mencari nafkah. Dengan hampir seluruh mitra driver dan mitra kurir memprioritaskan fleksibilitas waktu dalam kemitraan dengan Gojek.

Selain itu, 4 dari 5 mitra driver menyatakan mereka tetap dapat memiliki pendapatan untuk menafkahi diri dan keluarga melalui kemitraan dengan Gojek. Apalagi 4 dari 5 mitra kurir menyatakan puas dengan kemitraan dengan Gojek.

"Lebih dari 80% mitra UMKM dan mitra driver di ekosistem Gojek semakin optimis terhadap tren pertumbuhan layanan online setelah pandemi dan ingin terus bermitra dengan Gojek ke depannya," jelas Alfindra.

Ekosistem dan solusi yang dimiliki Gojek juga membantu UMKM dan pengusaha pemula terus tumbuh di tengah pandemi. Buktinya, jumlah pengusaha pemula yang memanfaatkan GoFood meningkat selama masa pandemi sebesar 47%, dibanding periode sebelumnya 31%.

Selain itu, disebutkan 4 dari 5 UMKM percaya GoFood mendorong pertumbuhan usaha. Manfaat utama yang dirasakan UMKM dari kemitraan dengan GoFood adalah kesempatan promosi GoFood, perluasan akses pasar, kemudahan pengelolaan operasional melalui aplikasi GoBiz, dan pelatihan kewirausahaan. Apalagi 3 dari 4 mitra UMKM menganggap biaya komisi GoFood sudah sesuai dengan manfaat yang didapatkan.

"Hampir setengah atau 44% UMKM social seller menyatakan lebih sering atau selalu menggunakan GoSend untuk mengirimkan barang. Bisnis UMKM social seller mengalami rata-rata kenaikan pendapatan sebesar 18%," kata Alfiandri.

Peningkatan Pendapatan Mitra Berkontribusi Pada Pemulihan Ekonomi

Sementara itu Wakil Kepala LD FEB UI, Dr. Paksi C.K Walandouw mengatakan resiliensi, kecepatan pemulihan melalui peningkatan pendapatan mitra driver dan UMKM yang berada di ekosistem Gojek. Selain itu, serta loyalitas konsumen berdampak positif pada pemulihan ekonomi Indonesia pada masa pandemi.

"Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan pendapatan para mitra driver dan UMKM pada 2021, yang diperkirakan akan mencapai Rp 66 triliun dari 2020 ke 2021," kata Paksi.

Peningkatan tersebut membuat kontribusi ekosistem Gojek dan GoTo Financial pada perekonomian nasional diperkirakan naik 60% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi Rp 249 triliun atau 1,6% dari PDB Indonesia di tahun 2021.

Angka ini dihitung berdasarkan total pendapatan yang berasal dari sumbangan langsung dari mitra GoRide dan GoCar di sektor transportasi darat, dan total pendapatan dari platform Gojek atau sumbangan tidak langsung dari mitra UMKM GoFood. Kemudian social seller, dan mitra UMKM GoTo financial serta dampak ekonomi ikutan (multiplier) yang dihitung dari total output untuk sektor perhubungan darat dan sektor penyediaan jasa dan minuman berdasar tabel input output.

Riset LD FEB UI dilakukan di beberapa kota dengan responden riset ini adalah konsumen, UMKM, mitra driver dan mitra kurir yang sudah menggunakan layanan Gojek sebelum pandemi yakni sejak Maret 2020.

Total responden yang mengisi kuesioner secara lengkap dan dapat dilakukan analisis adalah 42.471 orang, terdiri dari 10.837 mitra driver GoRide, 9.756 mitra driver GoCar, 7.228 mitra driver GoSend dan GoKilat, 4.363 mitra UMKM GoFood, 1.728 mitra social seller, dan 8.559 konsumen. Mayoritas responden atau 95% tersebar di 21 kota.




[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

CEO Gojek: Status Aplikasi Gojek Saya Anak Sultan


(rah/rah)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading