Luhut Ngeluh Internet RI Lambat & Mahal, Ini Kata Operator

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
14 December 2021 12:30
Negara-negara  dengan 
Internet  Tercepat 2018

Jakarta, CNBC Indonesia - Jaringan internet Indonesia dikatakan lambat dan mahal. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan ini menjadi salah satu kendala penerapan digitalisasi di dalam negeri.

"Akses layanan telekomunikasi masih belum menjangkau semua desa di Indonesia. Selain itu, rendahnya tingkat kecepatan jaringan juga jadi kendala dalam menumbuhkan ekonomi digital. Belum lagi kesenjangan internet juga terjadi karena biaya yang mahal memungkinkan internet hanya bisa diakses mereka yang mampu secara ekonomi," kata Luhut dalam acara Indonesia Fintech Summit 2021, Minggu (12/12/2021).

Namun Presiden Direktur Smartfren, Merza Fachys mengatakan selama 2-3 tahun terakhir terjadi perkembangan pesat untuk internet di Indonesia. Misalnya saja soal tarif, untuk Indonesia masuk dalam 10 besar dunia yang termurah.


"Kalau sekarang cek soal tarif, tarif internet di Indonesia bandingkan apple to apple hasil survey dunia 10 besar dunia yang murah," kata Merza dalam program Profit CNBC Indonesia, Selasa (14/12/2021).

Sementara itu secara kualitas, dia mengakui belum prima. Namun untuk kecepatan downloadnya, sudah berada di atas rata-rata dunia 10 mbps.

Sementara itu, ada beberapa hal yang menjadi tantangan untuk industri telekomunikasi. Merza mengatakan butuh jaringan luar biasa untuk bisa menghadirkan layanan telekomunikasi di Indonesia.

Ini berbeda dengan negara tetangga yang secara geografis bisa menghubungkan antar kota nya tidak perlu menggunakan kabel bawah laut, sementara di Indonesia membutuhkan hal tersebut.

Di sisi lain daya jangkau beli masyarakat belum kuat jika dibandingkan dengan negara tetangga.

"Daya jangkau pembelian mohon maaf tidak sekuat negara tetangga terdekat. Investasi jauh lebih mahal, tapi daya beli menempatkan 10 terbesar termurah," jelasnya.

Merza mengatakan industri bersama pemerintah bekerja sama membangun jaringan untuk meratakan aksesibilitas internet. Diperkirakan akan selesai pada akhir tahun 2022 mendatang.

"Pada saat awal pandemi 12 ribu desa lebih belum internet, diharapkan dibangun bersama pemerintah dan operator diharapkan selesai. Upaya lebih meningkat kualitas meningkat dan mudah-mudahan harga masih terjangkau," kata Merza.


[Gambas:Video CNBC]

(npb/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading