Bukan Batuk, Ini Gejala Tak Biasa Covid-19 Varian Omicron!

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
09 December 2021 13:15
A person queues to be tested for COVID-19 in Johannesburg, South Africa, Saturday Nov. 26, 2021. As the world grapples with the emergence of the new variant of COVID-19, scientists in South Africa — where omicron was first identified — are scrambling to combat its spread across the country. (AP Photo/Jerome Delay)

Jakarta, CNBC Indonesia - Varian Omicron ternyata memiliki gejala yang tidak biasa dari penderita Covid-19 lainnya. Yakni orang dengan varian tersebut tidak batuk atau kehilangan perasa dan penciuman (anosmia).

Namun menurut dokter Afrika Selatan yang melihat virus itu untuk pertama kalinya, varian Omicron menyebabkan gejala 'sangat ringan'. Salah satu gejalanya termasuk kelelahan dan tenggorokan gatal.

CEO Pfizer, Albert Bourla mengatakan hal yang sama. Orang yang memiliki varian Omicron memiliki gejala lebih ringan namun bisa menyebar lebih cepat dan bisa menyebabkan banyak mutasi di masa depan.


Namun CNBC Internasional mengatakan varian Omicron masih awal dan perlu banyak data yang harus dikumpulkan, dikutip Kamis (9/12/2021).

Gejala secara umum juga berbeda dengan varian Delta. Saat varian tersebut menyerang, banyak pasien memiliki gejala lebih berat dan kebutuhan atas oksigen, begitu juga dengan perawatan di rumah sakit.

Sementara itu menurut data dari Penelitian Medis Afrika Selatan merinci pengalaman sejumlah rumah di provinsi Gauteng, yaitu tempat Omicron pertama kali terdeteksi, terlihat varian ini menyebabkan gejala lebih ringan. Hanya sedikit pasien yang membutuhkan oksigen serta perawatan intensif.

Menurut laporan itu, sebagian besar pasien yang ada di sana merupakan 'penerimaan Covid insidental', yang telah di rumah sakit untuk alasan medis lain atau bedah.

Para pasien yang dirawat juga dilaporkan tidak mendapatkan vaksinasi. Untuk kelompok usia, rumah sakit menerima pasien yang lebih muda dan anak-anak. Ini merupakan kelompok usia dengan tingkat vaksinasi rendah atau tidak sama sekali sebab anak di bawah 12 tahun tidak divaksinasi di Afrika Selatan.

Belum ada kasus kematian dari laporan rumah sakit selama rentan dua minggu selama pengamatan yakni 14 hingga 29 November 2021 lalu.

Menurut para ahli di wilayah itu sedang melakukan pengamatan mengapa pasien kebanyakan kelompok usia muda. Padahal mereka jauh lebih mungkin mengalami infeksi Covid yang tidak terlalu parah.

Sebagai informasi, sampel pertama Omicron diketahui pada 9 November dan ditemukan di Afrika Selatan. WHO mengatakan infeksi di sana telah meningkat tajam bersamaan dengan deteksi varian.

Omicron telah masuk ke kelompok variant of concern oleh WHO pada 26 November 2021. Ini hanya berselang dua harus setelah Afrika Selatan melaporkannya pada lembaga kesehatan PBB tersebut.

Sampai saat ini, sejumlah negara melaporkan temuan kasus Omicron. Misalnya saja Pusat Pengendalian Pencegahan Penyakit (CDC) di AS melaporkan telah menemukan varian baru di 50 negara dan 19 negara bagian AS.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Gejala Varian Omicron Lebih Ringan dari Delta? Ini Faktanya


(npb/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading