Ini Pentingnya Ekosistem Terpadu Bagi Startup

Tech - Lalu Rahadian, CNBC Indonesia
04 December 2021 15:28
Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (Tangkapan layar CNBC TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pelaku usaha rintisan (startup) harus memiliki jejaring yang luas dan kuat agar bisa mempertahankan dan meningkatkan skala bisnis mereka. Upaya membangun jaringan bisa dilakukan secara mudah jika pelaku startup berada di satu ekosistem yang konstruktif.

Menurut Managing Partner Indogen Capital Chandra Firmanto, jejaring dan ekosistem yang kuat wajib dimiliki agar pelaku usaha rintisan tidak layu sebelum berkembang. Kedua hal itu bisa didapatkan pelaku usaha rintisan pada tempat bernama The Smith yang terletak di kawasan Alam Sutera, Tangerang, Banten.

"Apa yang dibutuhkan (startup) itu networking untuk bisa membangun relasi baik dengan sesama startup atau dengan pemberi dana dan perusahaan tempat mereka bisa lakukan trial atau pasarkan produk dan layanannya. The Smith ini ciptakan ekosistem startup secara lengkap. Mereka akan meraih kebutuhan itu di sini. The Smith juga lokasinya strategis, dekat beberapa kampus dan mempermudah mereka jika mau melakukan rekrutmen," kata Chandra dalam acara Startup Outlook 2021 bertema 'Fasilitas Kerja: Tantangan Perkembangan Startup Indonesia' yang diadakan di The Smith, Sabtu (4/12/2021).


Sebagai sebuah perusahaan modal ventura terkemuka di Indonesia, Indogen Capital melihat potensi Indonesia sangat besar untuk menjadi kekuatan ekonomi nomor satu di Asia Tenggara. Indogen percaya hal tersebut bisa diwujudkan melalui kehadiran berbagai perusahaan rintisan berbasis teknologi.

Chandra memprediksi, Indonesia bisa menjadi kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara pada 2023 kelak. Potensi ini terbuka lebar, apalagi pasca terakselerasinya perkembangan startup di Indonesia akibat pandemi Covid-19.

Untuk mewujudkan prediksi tersebut, Indogen Capital mengajak startup agar mulai membangun usaha secara serius sejak awal. Chandra berkata, saat ini rasio kesuksesan startups masih kecil. Banyak hal yang menjadi penyebabnya, seperti kurang matangnya konsep pendirian usaha, kesalahan memilih industri, hingga kurangnya pengalaman SDM di perusahaan rintisan.

"kelengkapan tim harus ada, dan kombinasi ini bisa dibantu dengan adanya coworking space seperti yang dibangun The Smith. Jadi ekosistem ini membuat kita bisa bertemu dengan orang berpassion sama dan menyelesaikan masalah bersama," ujarnya.

Pernyataan Chandra disambut Presiden Komisaris PT Triniti Dinamik Tbk. (TRUE) Heriyanto Tandra. Menurutnya, ada banyak startup yang didirikan oleh anak mudah dengan kemampuan tinggi di bidang teknologi, tapi minim pengalaman bisnis. Kesenjangan ini diupayakan menghilang dengan hadirnya The Smith.

"Mereka (pelaku startup) butuh input, pengajaran, wawasan untuk membuat view mereka lebih luas. Ini membuat kami berpikir agar bagaimana membuat mereka turun ke bawah agar bisa berkolaborasi dan bersinergi. Maka, kami siapkan ada 3 fasilitas agar mereka mau turun ke bawah, sama-sama berkolaborasi di co-working space, auditorium, dan business center," kata Heriyanto.

Kehadiran The Smith diyakini bisa menjawab permasalahan minimnya tingkat kesuksesan startup. Heriyanto juga berkata, perusahaannya optimis pengembangan startup dan bisnis properti akan sama-sama kembali positif pasca terkendalinya pandemi Covid-19.

"Startup itu 5% saja yang sukses, tapi apa yang diberikan The Smith bisa menjawab itu (masalah yang dihadapi startup) semua. Sebenarnya kami punya proyek ini mendapat animo luar biasa. Kami percaya setelah pandemi selesai industri properti akan kembali bergairah," ujarnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Mau Dilirik Investor? Ikut Startup Show Case Gratis di Sini


(rah/rah)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading