Xiaomi Belum Mampu Lawan Samsung Jadi Raja HP, Ini Sebabnya

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
25 November 2021 14:45
Pendiri dan CEO Xiaomi, Lei Jun menghadiri upacara peluncuran telepon unggulan baru Xiaomi Mi 9 di Beijing, Cina 20 Februari 2019. (REUTERS / Jason Lee)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dalam laporan Canalys dan Counterpoint, Xiaomi merosot dari peringkat kedua ke ketiga dalam daftar penguasaan smartphone secara global. Ini karena dampak kekurangan chip global serta persaingan lebih ketat.

Posisi Xiaomi berada di belakang Apple pada laporan tiga bulan yang berakhir September lalu.

Xiaomi buka suara soal hal tersebut, yakni karena kekurangan chip semikonduktor. Masalah ini diperkirakan berlanjut hingga paruh pertama tahun depan.


"Tahun ini, ada latar belakang sangat istimewa dan itu adalah kekurangan komponen secara global. Kekurangan adalah tantangan besar bagi kami," kata Presiden Xiaomi, Wang Xiang dikutip CNNInternational, Kamis (25/11/2021).

Dalam kuartal III-2021, perusahaan asal China melaporkan 43,9 juta pengiriman smartphone global. Angka ini turun sekitar 6% dibanding dalam waktu yang sama tahun lalu.

Sebagai informasi sejak pertengahan tahun ini, Xiaomi bermasalah dengan rantai pasokan. Hampir semua vendor terpengaruh dengan kekurangan komponen, namun Direktur riset Counterpoint, Tarun Pathak mengatakan Xiaomi sangat terdampak masalah kekurangan komponen ini karena jajaran produknya yang luas.

Pada kuartal terakhir saja, Xiaomi menyajikan lebih dari 50 model smartphone berbeda. Ini jauh di atas yang diluncurkan Apple di pasar.

Hal itu ditambah dengan masalah komponen. Apple yang tidak begitu terdampak mendorong produsen iPhone untuk kembali ke posisi kedua pada kuartal III-2021, ungkap Tarun Pathak.

Canalys juga mencatat, penjualan iPhone 13 menguntungkan Apple yang dilaporkan memiliki 15% pengiriman global. Hanya 1% di atas Xiaomi.

Namun Pathak mengatakan jangan meremehkan Xiaomi. Sebab perusahaan itu bisa kembali ke posisi runner up, khususnya dikarenakan biasanya berkinerja kuat pada paruh pertama seperti Tahun Baru Imlek.

Untuk jadi nomor satu, peluangnya kecil, ungkap Pathak. Menurutnya Xiaomi harus mempertahankan keunggulan di dua pasar penting China dan India, sambil bekerja untuk hadir di pasar lebih besar seperti Amerika Serikat.

"Jika mereka mau (menjadi) nomor satu, ini tidak bisa karena dua negara itu. AS memiliki pasar (smartphone) terbesar ketiga di dunia, di mana itu sebagian besar belum terlihat di portofolio Xiaomi," ucapnya.


[Gambas:Video CNBC]

(npb/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading