Duh! Data Kepolisian RI Dilaporkan Bocor

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
18 November 2021 15:32
Ilustrasi peretasan jaringan internet

Jakarta, CNBC Indonesia - Data Kepolisian Republik Indonesia dikabarkan bocor. Kabar ini diungkapkan oleh Pratama Persadha, pakar keamanan siber dari Cissrec.

Kebocoran diketahui dari sebuah unggahan dari Twitter @son1x777 pada Rabu 17 November 2021. Akun yang sama diketahui juga meretas website BSSN. Akun tersebut juga memberikan tautan atau link mengunduh sampel data yang berisi sampel database personil Polri.

"Dua database yang diberikan mempunyai ukuran dan isi yang sama, yakni 10.27 MB dengan nama file pertama polrileak.txt dan yang kedua polri.sql. Dari file tersebut berisi banyak informasi penting dari data pribadi personil kepolisian, misalkan nama, nrp, pangkat, tempat dan tanggal lahir, satker, jabatan , alamat, agama, golongan darah, suku, email, bahkan nomor telepon ini jelas berbahaya," kata Pratama, dalam keterangannya, Kamis (18/11/2021).


Dalam data tersebut juga ada data lainnya mulai dari rehat putusan, rehab putusan sidang, jenis pelanggaran, rehab keterangan, id propam, hukuman selesai, tanggal binlu selesai.

Ada kemungkinan kebocoran ini berasal dari pelanggaran yang dilakukan personil kepolisian. "Kemungkinan besar serangan ini sebagai salah satu bentuk hacktivist, sambil mencari reputasi di komunitasnya dan masyarakat, ataupun untuk melakukan perkenalan tim hackingnya," jelasnya.

Data personil polri tersebut sampai sekarang masih dijual di Raidforum. Penjualnya dengan akun Stars12n serta ada juga sampel data yang bisa didownload gratis.

Ini bukan kali pertama data Polri bisa diretas. Menurut Pratama lembaga tersebut pernah berkali-kali dijebol keamanan sibernya. Dari pengubahan tampilan atau deface, diretas sebagai situs judi online, atau peretasan pencurian database personilnya.

"Polri harus belajar dari berbagai kasus peretasan yang pernah menimpa institusinya. Agar bisa lebih meningkatkan Security Awareness dan memperkuat sistem yang dimilikinya. Karena rendahnya awareness mengenai keamanan siber merupakan salah satu penyebab mengapa banyak situs pemerintah yang jadi korban peretasan," kata Pratama.


[Gambas:Video CNBC]

(npb/npb)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading