Raja Handphone RI Berganti Lagi, Bukan Samsung atau Xiaomi

Tech - Teti Purwanti, CNBC Indonesia
13 November 2021 17:00
Warga membeli kartu perdana di ITC ROXY MAS, Jakarta, Selasa (2/2/2021). Aturan pajak penyelenggara jasa telekomunikasi mulai di berlakukan namun aturan itu tidak terdampak pada pembelian pulsa, kartu perdana atau token listrik. (CNBC Indonesia/Tri Susilo) 
Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, ketentuan pajak pulsa yang mulai berlaku (1/2/2021) bertujuan menyederhanakan pengenaan PPN dan PPH atas pulsa atau kartu perdana, token listrik dan voucer serta untuk memberikan kepstian hukum.   (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Vivo rajai pasar ponsel di Indonesia dengan pangsa pasar 23%. Padahal pada kuartal sebelumnya Vivo berada di urutan ke-5 dengan market share 12%.

Menurut Edy Kusuma, Senior Brand Director Vivo Indonesia, selain dukungan online store Vivo, integrasi antara channel modern dan tradisional memberikan kontribusi langsung di kuartal ketiga ini.

"Di tengah pembatasan yang perlu dilakukan pada kuartal ketiga, channel tradisional Vivo yang tersebar di daerah berperan penting sebagai salah satu basis penjualan utama kami," terang Edy.


Posisi Xiaomi sendiri merosot ke posisi keempat dengan pangsa pasar 16% dengan angka pertumbuhan tahunan minus 18. Bila membandingkan dengan kuartal kedua 2021, mereka mampu menguasai 28% pasar HP di Indonesia dengan angka pertumbuhan 112% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Di urutan kedua penguasa pasar HP di Indonesia diduduki oleh Oppo. Brand yang akan segera merilis Oppo A95 ini menguasai 22% pangsa pasar dengan nilai pertumbuhan tahunan minus 19%.

Samsung menjadi satu-satunya brand yang mengalami pertumbuhan postif di kuartal ketiga ini dengan annual growth sebesar 7%. Ini membuatnya berada di posisi ketiga dengan market share sebesar 18%.

Posisi kelima ada Realme yang punya pangsa pasar 13% naik tipis dari 12% di kuartal kedua. Namun angka pertumbuhan tahunannya minus 18%.

Adapun secara global, Samsung masih menjadi raja ponsel dunia. Dalam laporan terbaru Canalys, Samsung mempertahankan diri menjadi pemimpin pasar smartphone global. Sementara itu berkat iPhone 13, Apple menggeser Xiaomi dan berada di urutan kedua.

Laporan Q3 2021 itu memperlihatkan pengiriman smartphone memang merosot 6% akibat kekurangan chipset global. Samsung berhasil tetap jadi nomor satu dengan pengiriman 69,4 juta dan market share 21%. Angka itu naik dari 58 juta dan 18% pada kuartal sebelumnya. Tapi pada Q3 2020 terjadi penurunan, saat itu shipment Samsung menjadi 80,2 juta dan market share 23%.

Analis Utama Canalys, Ben Stanton mengatakan situasi Android memang kurang cerah dengan adanya penurunan pengiriman mencapai 9%.

"Tapi nasib vendor beragam. Samsung kembali berjuang dengan pasokan perangkat Galaxy A nya," ungkapnya.

Sementara itu Apple berada di urutan kedua dengan pengiriman 49,2 juta dan market share 15%. Ini mengalami kenaikan dari kuartal yang sama di tahun 2020 yakni 43,1 juta dan 12%. Hal sama juga terjadi pada Q2 2021 dengan 45,7 juta dan 14%, serta menggeser Xiaomi yang ada di urutan dua sebelumnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bukan Samsung atau Oppo, Ini Ponsel Terlaris se-Indonesia


(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading