Bikin Bangkrut! Buruan Hapus 8 Aplikasi Kripto Berbahaya Ini

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
06 October 2021 10:37
INFOGRAFIS, Daftar 24 Aplikasi Berbahaya

Jakarta, CNBC Indonesia - Telah ditemukan delapan aplikasi soal cryptocurrency yang berbahaya. Google kabarnya telah menemukan aplikasi tersebut dan langsung menghapusnya.

Berikut kedelapan aplikasi bermasalah itu, dikutip dari Business Insider, Rabu (6/10/2021):

  1. BitFunds - Crypto Cloud Mining
  2. Bitcoin Miner - Cloud Mining
  3. Bitcoin (BTC) - Pool Mining Cloud Wallet
  4. Crypto Holic - Bitcoin Cloud Mining
  5. Daily Bitcoin Rewards - Cloud Based Mining System
  6. Bitcoin 2021
  7. MineBit Pro - Crypto Cloud Mining & btc miner
  8. Ethereum (ETH) - Pool Mining Cloud

Business Insider meminta pengguna salah satu aplikasi untuk langsung menghapusnya. Untuk melakukannya dengan menuju ke Settings > Apps lalu klik nama aplikasi dan pilih Uninstall.


Sebagai informasi, aplikasi-aplikasi itu menggunakan skema 'cepat kaya' dan akan memikat pengguna untuk menginvestasikan uangnya. Dengan begitu pengguna berharap dapat keuntungan dari sana.

Namun ternyata aplikasi itu berbahaya dan bahkan membuat bangkrut korbannya. Trend Micro mencatat aplikasi itu tidak gratis dan harus membayar uang senilai US$14,99 hingga US$189,99 (Rp 214 ribu - Rp 2,7 juta) untuk meningkatkan kemampuan.

"Meski aplikasi tidak terkait dengan operasi penambangan cloud atau punya fitur penambangan kripto, beberapa aplikasi meinta pengguna membayar peningkatan kripto lewat sistem penagihan dalam aplikasi dengan harga US$14,99 hingga US$189,99," jelas Trend Micro.

Disebutkan jika aplikasi akan menyarankan para korbannya membayar peningkatan kemampuan penambangan. Caranya adalah membeli mesin kripto favorit di Cloud.

"Aplikasi bernama Daily Bitcoin Rewards - Cloud Based Mining Systems meminta pengguna upgrade kapasitas penambangan dengan 'membeli' mesin favoritnya untuk mendapatkan lebih banyak koin dengan koin lebih banyak," ungkap perusahaan.

Perusahaan itu menambahkan delapan aplikasi yang ditemukan memaksa pengguna menonton iklan dan langganan perbulan rata-rata US$115 atau sekitar Rp 1,6 juta.

Selain delapan aplikasi tadi, Trend Micro menyebutkan ada lebih 120 aplikasi serupa yang ditemukan. Bahkan aplikasi bermasalah itu telah menginfeksi 4.500 pengguna pada tahun lalu.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Waspada! Data & Uang Bisa Dirampok 8 Aplikasi Android Ini


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading