Sisa Umur Matahari Terungkap, Bumi Diprediksi Seseram Ini

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
01 October 2021 16:30
A partially eclipsed sun peaks out from behind a cloud as it rises over lower Manhattan in New York, Thursday, June 10, 2021. (AP Photo/Seth Wenig)

Jakarta, CNBC Indonesia - Jika dilihat dari usia benda lain di sekitarnya, Matahari telah berusia 4,6 miliar tahun dan nampaknya masih akan tetap bersinar hingga miliaran tahun lagi. Dalam sejumlah penelitian berbeda, para peneliti berusaha untuk memprediksi saat kematian bintang besar itu dan dampaknya pada Bumi.

Kemungkinan Matahari akan hidup hingga 10 miliar tahun dan perubahan akan terjadi seiring berjalannya waktu. Misalnya dalam waktu 5 miliar tahun, Matahari berubah menjadi raksasa merah, inti bintang menyusut namun bagian luarnya akan membesar hingga Mars dan menelan Bumi dalam prosesnya.

Catatannya adalah saat itu mungkin kehidupan Bumi sudah tidak ada. Sebab diprediksi kehidupan manusia hanya tersisa 1 miliar tahun kecuali menemukan jalan keluar saat kecerahan Matahari meningkat 10 persen per satu miliar tahun.


Pada suatu penelitian, Matahari diperkirakan berubah menjadi planet nebula yaitu gelembung gas dan debu yang bercahaya. Namun pendapat terbelah ada yang menyatakan kematian Matahari harus lebih masif dan tim astronom internasional pada 2018 mengatakan nebula memang merupakan 'mayat' Matahari dan akhir kehidupan yang paling mungkin.

"Ketika sebuah bintang mati, akan mengeluarkan gas dan debu dikenal sebagai selubung ke luar angkasa. Selubung itu bisa mencapai setengah dari masa bintang. Ini akan mengungkapkan inti bintang yang pada titik ini maih berjalan, kehabisan bahan bakar, lalu mati," kata salah satu penulis makalah dari Universitas Manchester dan astrofisikawan Albert Ziljstar, dikutip Science Alert, Jumat (1/10/2021).

Dia menambahkan setelah itu inti panas akan membuat selubung yang keluar bersinar dalam 10 ribu tahun. Periode ini yang membuat Nebula terlihat.

Tim peneliti saat ini menggunakan model data, yang memprediksi siklus kehidupan berbagai jenis bintang. Selain juga mengetahui kecerahan Nebula yang berkaitan dengan masa bintang yang berbeda.

Lalu bagaimana dengan Bumi saat Matahari mati?

Laman Futurism juga melakukan prediksi keadaan Bumi, apabila masih ada, saat Matahari mati. Disebutkan manusia tidak akan langsung mengetahui saat bintang tersebut berhenti bersinar.

Perlu 8,5 menit untuk kita sadar apa yang terjadi dan saat sudah mengetahui Matahari menghilang begitu saja. Malam hari akan terjadi selamanya dan Bumi melakukan perjalanan antar bintang dengan kecepatan 18 mil per detik.

Matinya Matahari akan berdampak pada benda antariksa, seperti bulan purnama yang memantulkan sinar Matahari juga menjadi gelap. Termasuk juga seluruh planet di tata surya tidak bisa lagi memantulkan sinar Matahari.

Suhu di Bumi juga akan mulai menurun dan menuju membeku. Namun memang butuh jutaan tahun untuk planet ini sampai membeku padat.

Tapi di kerak Bumi, suhu akan anjlok ke bawah 0 derajat pada satu minggu pertama serta menuju -100 derajat dalam tahun pertama. Berikutnya suhu planet ini stabil -240 derajat dalam waktu beberapa juta tahun, sementara panas bumi masih akan bekerja.

Manusia yang bertahan juga akan berpindah ke dekat panas Bumi. Fotosintesis yang membutuhkan Matahari juga terhenti dan tanaman musnah serta.

Sebagian besar spesies pun hanya akan bertahan dalam waktu singkat dan pada akhirnya musnah.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading