Senator Senior AS Minta Biden Blokir TikTok, Ada Apa?

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
18 August 2021 17:25
A logo of a smartphone app TikTok is seen on a user post on a smartphone screen Monday, Sept. 28, 2020, in Tokyo. (AP Photo/Kiichiro Sato)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Amerika Serikat (AS) didesak memblokir Tiktok. Alasannya karena pemerintah China mengambil alih kepemilikan di anak perusahaan utama ByteDance yang merupakan perusahaan induk Tiktok.

Permintaan itu dilontarkan oleh senator partai Republik, Marco Rubio. Menurutnya rezim pemerintah China saat ini membuat Tiktok sebagai perpanjangan tangan dari negara.

"Agresifitas Beijing memperjelas rezim melihat Tiktok sebagai perpanjangan dari partai-negara dan AS butuh untuk memperlakukannya seperti itu," ungkap Rubio dalam sebuah pernyataan, dikutip Reuters, Rabu (18/8/2021).


"Kita juga harus menetapkan kerangka standar yang harus dipenuhi sebelum aplikasi berbasis asing beresiko tinggi diizinkan beroperasi di jaringan dan perangkat telekomunikasi Amerika".

Departemen Perdagangan AS tidak menanggapi permintaan komentar soal masalah ini. Lembaga tersebut diminta presiden Joe Biden untuk meninjau masalah keamanan yang ditimbulkan oleh aplikasi itu dan lainnya.

Sebelumnya pada Juni lalu, pemerintah Biden menarik rangkaian perintah eksekutif Trump yang berusaha melarang download baru pada WeChat dan Tiktok.

Sebagai informasi Tiktok tidak tersedia di China. Pihak perusahaan juga sudah buka suara soal kepemilikan saham anak perusahaan ByteDance oleh pemerintah China.

Dalam keterangan resminya, Tiktok menyebutkan perusahaannya dipimpin tim eksekutif di AS dan Singapura. Tiktok menambahkan masalah saham anak perusahaan ByteDance tidak merujuk pada Tiktok.

"Anak perusahaan ByteDance Ltd. yang berbasis di China tidak merujuk pada kepemilikan Tiktok," jelas Tiktok.

Sebuah catatan perusahaan mengungkapkan pemerintah China memiliki saja dan duduk di kursi dewan pada entitas ByteDance tahun ini. Langkah tersebut menambah pertanyaan seberapa besar pengaruh yang direncanakan pemerintah setempat untuk sekt teknologi.

Berdasarkan aplikasi informasi perusahaan, Tianyancha, Saham 1% pada ByteDance Technology, memegang lisensi untuk Douyin atau Tiktok versi China dan agregator berita Toutiao didaftarkan pada 30 April.

Saham tersebut itu dipegang oleh WangTouZhongWen (Beijing) Technology. Perusahaan itu dimiliki tiga entitas negara China, salah satunya adalah didukung pengawas internet utama di sana yakni Cyberspace Administration China (CAC).


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading