Anak Buah Jokowi Meramal Nasib Ekonomi Digital RI, Simak!

Tech - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
09 August 2021 14:20
Cover Headline, E-Commerce

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu memperkirakan transaksi nilai ekonomi maupun transaksi digital Indonesia akan menjadi yan terbesar di wilayah Asia Tenggara dalam 10 tahun ke depan.

Berdasarkan catatan, transaksi digital masyarakat Indonesia sepanjang tahun lalu mencapai 253 triliun, dan diperkirakan akan kembali meningkat pada tahun ini hingga Rp 330,7 triliun.

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menilai produk kreatif dari para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang berbasis digital memiliki potensi yang cukup besar di masa depan.


"Jika ini digarap serius, maka kontribusi bagi perekonomian nasional akan sangat besar," kata Jerry, Senin (9/8/2021).

Jerry mencontohkan seperti perkembangan ekonomi digital di Korea maupun Jepang yang telah berkontribusi besar terhadap ekspor dan ekonomi kedua negara tersebut secara keseluruhan.

Jerry memandang, potensi produk digital, khususnya yang diproduksi oleh anak muda sangat besar. Misalnya saja, saat ini sudah banyak anak muda yang memiliki komunitas untuk mengembangkan platform gaming, aplikasi, dan lain-lain.

"Yang sangat penting dalam perdagangan produk kreatif dan digital adalah bagaimana data, pengemasan, pemasaran dan tentu saja integrasi dalam sektor pembayaran. Karena itu kami berharap semua stake holder terkait bisa bersinergi membangun sistem yang integrative tersebut." kata Jerry.

Kementerian Perdagangan, sambung dia, akan terus memantau hasil produksi para pelaku UMKM agar ada kerangka maupun mekanisme untuk mendukung ke sektor perdagangan nasional.

"Bukan hanya perdagangan luar negeri, perdagangan dalam negeri kami harap juga akan terus berkontribusi bagi pemulihan ekonomi Indonesia," jelasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Catat! 4 Siasat RI Percepat Ekonomi Digital


(cha/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading