Diana Trujilo, Mantan ART yang Pimpin Misi NASA di Mars

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
09 August 2021 10:40
Diana Trujillo (dok.NASA)

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Penerbangan NASA dalam misi penjelajah Perseverance, Diana Trujilo harus menghadapi banyak rintangan sebelum duduk di posisinya saat ini. Dia yang asli Kolombia, menghadapi perceraian orang tuanya dan di usia 17 tahun memutuskan hijrah ke AS dengan mengantongi US$300 atau sekitar Rp 4,3 juta.

Saat datang ke AS, Trujilo tidak bisa berbicara bahasa Inggris. Dia juga melakukan pekerjaan rumah tangga untuk membayar studinya dan baru bergabung di NASA tahun 2007, dikutip dari CBS News, Senin (9/7/2021).

Pengalaman sebagai imigran memotivasi Trujilo untuk memberikan yang terbaik. Apalagi dia datang dari negara dengan kesempatan yang terbatas.


Menurutnya segala sesuatu yang datang pada dirinya dilihat sebagai peluang. Trujilo tak pernah mengeluh dengan pekerjaan yang dilakukannya dan terus bersyukur.

"Saya tidak melihatnya 'saya tidak percaya saya melakukan pekerjaan ini di malam hari', atau 'saya tidak percaya bahwa saya sedang membersihkan. Saya tidak percaya bahwa sata sedang membersihkan kamar mandi saat ini'," ungkap Trujilo.

Dia menambahkan,"Ini lebih seperti 'Saya senang saya memiliki pekejaa dan saya bisa membeli makan dan memiliki rumah untuk tidur. Jadi saya pikir semua hal itu membuat saya, bahkan hari ini, membantu saya melihat kehidupan secara berbeda".

Saat ini Trujilo merupakan bagian dari Jet Propulsion Lab NASA dan bekerja dengan tim yang menciptakan lengan robot untuk mengumpulkan sampel batuan di Mars.

"Memahami apakah kita sendiri di alam semesta merupakan pertanyaan pamungkas. Saya berharap dalam satu tahun operasi permukaan di Mars, kami bisa menjawab pertanyaan itu secepatnya," kata Trujilo.

Dia menjelaskan alasannya masih ke bidang luar angkasa. Yakni membukti anggapan beberapa orang anggota keluarganya salah.

"Saya ingin, khususnya laki-laki di keluarga saya, untuk mengetahui wanita bisa menambah nilai. Ini datang dari keinginan membuktikan kepada mereka jika kita penting," ujarnya.

Motivasi itu akhirnya berkembang sebagai mahasiswa di Universitas Florida. Saat itu dia tidak tahu apa yang ingin dilakukan hingga melihat majalah yang memuat gambar astronaut wanita, pesawat ulang-alik, dan Bumi saat akan menemui dekan.

Saat itulah, Trujilo memilih teknik kedirgantaraan sebagai jurusannya. Dia memperhatikan antrean jurusan dipenuhi orang yang tidak berbahasa Spanyol dan Trujilo jadi salah satu dari sedikit wanita yang mengantre.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Cetak Sejarah, NASA Berhasil Terbangkan Helikopter di Mars


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading