Alert! Fitur Video Call Group WhatsApp Berpotensi Disadap

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
25 July 2021 08:12
Roberto Capellini, is flanked by carer Michela Valle, right, and director Maria Giulia Madaschi, as he talks on  video call with Carolina Giannesi, a donor unrelated to her, who bought and sent her a Christmas present through an organization dubbed

Jakarta, CNBC Indonesia - Aplikasi pesan milik Grup Facebook, WhatsApp baru saja meluncurkan fitur yang memungkinkan pengguna bergabung dengan grup video call meski panggilan sudah dimulai.

Namun jangan puas dulu. Victor Chebyshev, Lead Security Researcher Kaspersky, justru mengatakan penggunaan fitur baru ini berpotensi ancaman berupa penyadapan.

Menurut Victor Chebyshev, dari sudut pandang keamanan kemampuan bergabung dengan panggilan grup video call yang sedang berlangsung meningkatkan risiko penyadapan (eavesdropping).


"Secara umum, jika para penyerang berada di grup WhatsApp, tidak akan sulit bagi mereka untuk terhubung ke panggilan. Para penyerang hanya harus menunggu sampai sebagian besar peserta telah bergabung dan kemudian berharap mereka dapat berpartisipasi tanpa diketahui," ungkapnya, dalam keterangan resmi, dikutip CNBC International, Minggu (25/7).

"Penyerang juga tidak perlu duduk terlalu lama menunggu panggilan dimulai, karena mereka dapat terhubung kapan saja," jelasnya.

Dia mengatakan, perlu dicatat anggota grup - terutama admin - dapat melacak partisipan dan memastikan bahwa orang luar tidak bergabung.

Selain itu, aplikasi messenger itu sendiri menjamin privasi pertukaran data dalam grup melalui penggunaan enkripsi end-to-end.

Dengan demikian, baik aplikasi itu sendiri, maupun orang-orang yang mencoba meluncurkan serangan man-in-the-middle, tidak akan dapat mencegat korespondensi atau panggilan grup, termasuk panggilan grup.

"Hingga saat ini, sebagian besar perangkat lunak berbahaya berfokus pada penyadapan pesan WhatsApp dan dialog online yang diarsipkan, dan kami belum menemukan kasus terkait penyadapan panggilan apa pun, terutama panggilan grup," ungkap Victor Chebyshev.

"Namun demikian, jika perangkat terinfeksi, kemungkinan besar Trojan akan memiliki kemampuan untuk merekam mikrofon dan kamera pada perangkat - sehingga memungkinkan penyerang untuk menguping percakapan apa pun, terlepas dari saluran komunikasi yang digunakan, baik itu instant messenger atau menelepon secara reguler di ponsel."

Pada Rabu lalu (21/7), WhatsApp memang kembali menghadirkan fitur baru bagi penggunanya. Kali ini fitur yang memudahkan pengguna untuk bergabung ke video call grup meski panggilan sudah dimulai.

"Dengan fitur ini, pengguna tidak harus menjawab panggilan grup saat panggilan dimulai. Fitur ini menghadirkan spontanitas serta kemudahan dalam percakapan tatap muka ke panggilan grup di WhatsApp," tulis WhatsApp dalam keterangan resminya.

Sebelumnya manajemen WhatsApp juga sudah membagi beberapa tips untuk pengguna agar tetap bisa menggunakan WhatsApp tanpa perlu khawatir soal privasi dan keamanan data kamu.

Salah satunya memang dengan cara end-to-end encryption (enkripsi ujung ke ujung). Enkripsi ujung ke ujung memberikan pengguna privasi maksimal atas percakapan yang dilakukan dengan orang lain.

Berikutnya ada fitur pengaturan privasi online, atau sederhananya "Anda online? Sudah baca pesan saya?".

Fitur ini untuk menjaga kenyamanan kamu agar tidak perlu diteror karena lama balas pesan WhatsApp.

Caranya:"Pengaturan" lalu pilih "Akun" dan pilih "Privasi". Di sana, Anda bisa menonaktifkan Read Receipt atau "Laporan Dibaca" agar tidak ada tanda yang menunjukkan bahwa Anda telah membaca pesan tersebut.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading