Melantai di Bursa, Zomato Bidik Duit Rp 18 Triliun

Tech - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
14 July 2021 20:38
Zomato (CNBC Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan antar makanan, Zomato hari ini Rabu (14/7) melakukan initial public offering (IPO) di bursa efek India.

Melansir AFP, Paling tidak perusahaan rintisan unicorn ini berharap dana yang terkumpul dari aksi korporasi ini mencapai 93,75 miliar Rupee atau US$ 1,3 miliar atau sekitar Rp 18 triliun dengan kurs (Rp 14.500/US$).

Sebelum IPO Zomato berhasil mengumpulkan dana lebih dari 41,96 miliar rupee atau setara US$ 560 juta dari 186 investor institusional besar. Termasuk investasi global dari Blackrock, Fidelity, JP Morgan, dan Morgan Stanley. Ada kepemilikan Uber dan perusahaan Jack Ma, dalam hal ini Ant Group.


Adapun harga penawaran perdana berkisar antara 72 dan 76 Rupee, atau setara Rp 13.900 dan Rp 14.477 per saham, dengan kurs (194 Rupee/IDR), yang akan ditutup pada hari Jumat ini.

Hingga pukul 14.00 waktu setempat (0830 GMT), 10 persen saham yang diporsikan untuk investor ritel laris, sudah terpesan hingga dua kali lipat. Namun di awal penawaran saham yang dialokasikan untuk investor institusional kurang terlihat bergairah. Secara total, investor institusional memiliki hampir 75% dari IPO yang disediakan mereka.

Melihat prospeknya ada ekspektasi pertumbuhan pasar yang tinggi pada layanan pesan antar makanan di negara berpenduduk 1,3 miliar itu. Sementara hanya ada dua pemain besar di India yakni Zomato dan Swiggy.

Tapi ada kekhawatiran perusahaan seperti Zomato dan Swiggy belum menguntungkan, karena tingginya biaya operasi awal dan marketing.

Sampai saat ini Zomato telah beroperasi di 525 kota di India, dengan lebih dari 32 juta orang India menggunakan platform itu setiap bulan. Sementara pada laporan keuangan yang berakhir Maret 2021 lalu perusahaan menorehkan kerugian 8,16 miliar rupee.

"Zomato telah mengalami kerugian yang besar dan mungkin terus mengalami kerugian dalam waktu dekat. Mengingat bisnis ini terbilang baru," kata Perusahaan jasa investasi di Mumbai Motilal Oswal, dalam sebuah catatan kepada klien menjelang IPO, mengutip AFP, Rabu (14/7).

Setidaknya ada 30 perusahaan di India berencana melakukan IPO tahun ini. Termasuk perusahaan pembayaran digital Pautm, yang didukung oleh Softbank Jepang serta konglomerat Jack Ma. IPO Zomato dan Paytm nantinya diharapkan dapat mendorong bursa efek di India ke rekor terbaiknya.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Artikel Terkait
Features
    spinner loading