Inisiatif Bangga Lokal, Komitmen Bukalapak Mendukung UMKM

Tech - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
05 July 2021 09:02
Dok. Bukalapak

Jakarta, CNBC Indonesia- Hadirnya e-commerce membuat perdagangan barang semakin mudah baik bagi produsen maupun konsumen. Pengusaha kecil yang baru merintis pun bisa mendapatkan akses pasar yang lebih luas dengan kehadiran e-commerce.

Sayangnya, kemudahan ini bukan hanya dimanfaatkan oleh industri dalam negeri. Mantan Presiden RI Megawati Soekarnoputri melontarkan kritikan terhadap e-commerce karena banyak menyediakan produk impor. Padahal seharusnya kemudahan teknologi ini dimanfaatkan untuk meningkatkan penjualan produk lokal dan membuat UMKM naik kelas.

"Kalau saya buka online kenapa ya yang disuguhkan selalu sekarang, sekarang loh nanti bisa berubah, barang-barangnya made non-Indonesia," kata Megawati belum lama ini.


Permasalahan mudahnya produk impor membombardir pasar dalam negeri bukan hanya disoroti oleh Megawati, Presiden Joko Widodo pun mengajak masyarakat Indonesia untuk cinta produk dalam negeri. Bahkan, Jokowi tidak segan mengatakan untuk membenci produk luar negeri.

"Produk-produk dalam negeri gaungkan, gaungkan juga benci produk-produk dari luar negeri, bukan hanya cinta tapi benci. Cintai barang kita, benci produk dari luar negeri sehingga betul-betul masyarakat kita menjadi konsumen yang loyal sekali lagi untuk produk-produk Indonesia," kata Jokowi saat itu.

Pasalnya, ternyata banyak importir di e-commerce yang menjual barang-barang hasil meniru produksi UMKM dalam negeri. Mereka juga mempelajari apa yang disukai oleh masyarakat Indonesia.

Peran besar e-commerce seharusnya dapat dimanfatkan oleh UMKM untuk naik kelas dan menjangkau lebih banyak konsumen. Untuk itu diperlukan e-commerce yang memiliki visi dan misi memberdayakan UMKM dan meningkatkan pamornya di tengah masyarakat.

Salah satu perusahaan teknologi all commerce Bukalapak memiliki misi untuk memberdayakan UMKM Indonesia melalui inovasi dan teknologi sehingga tercipta "A Fair Economy For All" atau perekonomian yang adil dan merata untuk semua. Hadirnya Bukalapak pun membuka ruang yang lebih besar bagi UMKM untuk menjangkau konsumennya hingga pelosok tanah air.

Bukalapak saat ini melayani lebih dari 6.5 juta pelapak, 8 juta Mitra Bukalapak dan 100 juta pengguna yang tersebar di seluruh Indonesia. Sejak awal berdiri Bukalapak juga konsisten berpegang pada akarnya dengan menjunjung tinggi identitasnya sebagai perusahaan buatan Indonesia dan merefleksikannya melalui dukungan penuh terhadap perkembangan sektor UMKM lokal.

Dok. BukalapakFoto: Ist

Bukan hanya menjadi wadah bagi UMKM, Bukalapak juga melakukan inisiatif dan program. Salah satu dukungan terhadap UMKM melalui partisipasi Bukalapak dalam gerakan Bangga Buatan Indonesia (BBI) yang dicanangkan oleh pemerintah dengan membuat laman khusus https://www.bukalapak.com/promo-campaign/banggabuatanindonesia.

Dengan begitu pengguna dapat dengan mudah menemukan produk-produk dalam negeri berkualitas di Bukalapak.

"Bukalapak sering disebut oleh para pengguna sebagai BL, singkatan nama kami. Kami menganggap singkatan nama ini juga bisa mewakili identitas dan kebanggaan kami sebagai perusahaan asli Indonesia, dengan melihat BL sebagai singkatan dari Buatan Lokal atau Bangga Lokal," ujar CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin, Jumat (2/7/2021).

"Bukalapak ingin menjadi sebuah perusahaan yang dibuat oleh orang lndonesia, dijalankan oleh anak-anak negeri, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi bangsa kita. Hal ini tentunya jadi semakin krusial di tengah pandemi yang membuat laju roda bisnis dan ekonomi melambat" ujar Rachmat Kaimuddin, Jumat (2/7/2021).

Dia menegaskan hingga kini, Bukalapak terus mengekspresikan kebanggaannya sebagai perusahaan lokal dalam mendukung ketahanan bisnis pelaku bisnis dalam negeri demi membantu perekonomian. Beberapa inisiatif Bukalapak untuk mendukung ketahanan bisnis para pelaku usaha lokal di tengah pandemi, seperti Fee Super Seller terendah, Kontes Pelapak Indonesia, dan Rabu Lokal.

Untuk Fee Super Seller terendah, program ini dilakukan di awal 2021 dengan memberlakukan satu tarif untuk layanan Super Seller-nya yaitu sebesar 0.5%. Nila ini menjadi sebuah nilai tarif termurah yang diberikan oleh platform e-commerce di Indonesia untuk UMKM.

Kemudian Kontes Pelapak Indonesia untuk meningkatkan gairah dan kompetisi bagi UMKM, dengan insentif yang ditawarkan cukup besar. Dengan begitu diharapkan dapat makin memberi angin segar bagi bagi para pelaku UMKM di seluruh Indonesia.

Selain itu, ada pula Rabu Lokal yang menjadi ajakan bagi para pengguna Bukalapak dan masyarakat Indonesia untuk terus mendukung pelaku UMKM dan produk-produk dalam negeri. Rabu Lokal hadir dalam bentuk bincang virtual bersama para pelaku usaha lokal agar masyarakat dapat semakin mengenal dan antusias dalam memilih produk-produk asli Indonesia.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Setelah BRI Ventures, Mandiri Capital Suntik Modal Bukalapak


(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading