Robot Rover Zhurong Milik China Berhasil Mendarat di Mars

Tech - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
16 May 2021 13:30
Visitors pass by an exhibition depicting rovers on Mars in Beijing on Friday, May 14, 2021. China says its Mars probe and accompanying rover are to land on the red planet sometime between early Saturday morning and Wednesday Beijing time. (AP Photo/Ng Han Guan)

Jakarta, CNBC Indonesia - China berhasil mendaratkan rover Zhurong di Mars dan menjadi negara kedua dalam sejarah yang memiliki alat penjelajah di planet merah tersebut.

Laporan kantor berita pemerintah Xinhua, rover yang tak berawak tersebut mencapai tujuannya di dataran Utopia Planitia Mars pada Sabtu (15/5/2021) pagi waktu setempat. Sebelumnya, pesawat penjelajah telah menghabiskan waktu tiga bulan di orbit untuk sebelum melepaskan rover ke permukaan Mars.

Dinamai sesuai nama dewa api dalam mitologi Tiongkok, rover ini bertenaga surya enam roda memiliki berat sekitar 240 kilogram (529 pon) dan membawa enam instrumen ilmiah. Alat penjelajah ini nantinya akan dikerahkan untuk mencari tanda atau bukti kehidupan purba di permukaan Mars selama tiga bulan.


Pengorbit Mars Tianwen-1 nantinya akan menyampaikan sinyal ke rover Zhurong selama misinya dan melakukan survei global terhadap planet tersebut selama satu tahun Mars.

"(Wahana itu) akan mengorbit, mendarat dan melepaskan semua penjelajah pada percobaan pertama, dan mengoordinasikan pengamatan dengan pengorbit," kata tim ilmiah di belakang Tianwen-1 sebelum pendaratan penjelajah, dikutip dari CNN International.

"Tidak ada misi planet yang pernah dilaksanakan dengan cara ini," kata tim tersebut.

Tianwen-1 diluncurkan dengan roket Long March 5 dari pusat peluncuran luar angkasa Wenchang di Hainan pada 23 Juli 2020 Ini menghabiskan tujuh bulan dalam perjalanan ke Mars sebelum memasuki orbitnya pada Februari 2021.

Pesawat ruang angkasa itu mengirim kembali foto pertamanya tentang Mars dari jarak lebih dari satu juta kilometer (621.371 mil).

Tianwen-1 adalah salah satu dari tiga misi Mars internasional yang diluncurkan musim panas lalu, bersama dengan penjelajah Perseverance NASA dan Hope Probe Uni Emirat Arab, yang masing-masing mendarat dan memasuki orbit Mars pada Februari.

Berbeda dengan misi AS dan China, probe UEA tidak dimaksudkan untuk mendarat di Mars, hanya pelajari planet tersebut dari orbit. Ketiga misi diluncurkan sekitar waktu yang sama karena keselarasan antara Bumi dan Mars di sisi yang sama dari matahari, membuat perjalanan yang lebih efisien ke planet merah.

Tianwen-1, yang namanya berarti "Pencarian Kebenaran Surgawi", berharap dapat mengumpulkan informasi penting tentang tanah Mars, struktur geologi, lingkungan dan atmosfer, dan untuk mencari tanda-tanda air.

Sebelumnya, program luar angkasa China yang ambisius menjadi berita utama akhir pekan lalu. Roket seberat 40.000 pon yang tidak terkendali jatuh ke Samudera Hindia dan memicu teguran dari NASA karena gagal memenuhi standar tanggung jawab mengenai puing-puing ruang angkasa.

Roket Long March 5B telah meluncurkan bagian dari stasiun luar angkasa baru China ke orbit pada akhir April dan telah dibiarkan meluncur di luar angkasa tanpa kendali sampai gravitasi Bumi menariknya kembali.


[Gambas:Video CNBC]

(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading