Terkuak Alasan Bos TikTok Kevin Mayer Resign, Gegara Trump?

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
18 March 2021 16:37
FILE - In this July 13, 2015, file photo, then Disney chief strategy officer Kevin Mayer visits the company's

Jakarta, CNBC Indonesia - Pengumuman pengunduran diri (resign) Kevin Mayer sebagai Bos TikTok Amerika Serikat (AS) pada 2020 lalu cukup mengejutkan. Pasalnya dia hanya 100 hari menduduki posisi tersebut.

Banyak pihak yang mempertanyakan kebijakan tersebut. Sebab ketika itu TikTok dianggap sebagai media sosial baru yang siap menjungkalkan kejayaan Facebook.

Kini Kevin Mayer buka-bukaan alasan dia meninggalkan jabatan tersebut. Ternyata alasannya terkait dengan kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Ketika itu Trump mewajibkan TikTok Amerika Serikat (AS) harus dijual kepada perusahaan Amerika Serikat (AS).


Ini sebagai cara agar data pengguna Amerika Serikat (AS) dikelola perusahaan AS dan tidak jatuh ke tangan pemerintah China. Bila tidak dilakukan maka TikTok akan diblokir di AS. Trump menganggap TikTok mengancam keamanan nasional.

Kevin Mayer mengungkapkan kebijakan tersebut akan membuat posisinya sebagai CEO dihilangkan. Ia juga tak bersedia menjalankan divisi Microsoft atau Oracle, bila TikTok AS jadi dijual kepada salah satu perusahaan AS tersebut.

"Saya berdiskusi dengan orang-orang di Bytedance dan dewan direksi tentang itu. Saya tidak ingin menjalankan divisi Microsoft atau Oracle. Bila akan ada divestasi, seperti yang dikatakan, tidak akan operasi AS. Itu terlalu cangguh dan aneh," ujarnya kepada CNBC International, dikutip Kamis (18/3/2021).

"Kemudian semua bocor ke The Financial Times sebelum pengumuman. Tadinya saya akan mengumumkan pengunduran diri bsecara bersamaan, bersamaan dengan pengumuman penjualan [TikTok AS]."

Nyatanya hingga Trump lengser, TikTok AS tidak jadi dijual ke Microsoft atau Oracle. TikTok AS masih sepenuhnya milik Bytedance China.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading