RI Masih Rentan, Ini Sederet Kebocoran Data Fantastis di 2020

Tech - Andi Shalini, CNBC Indonesia
06 March 2021 14:45
Infografis/Awas Dibobol Hacker Jangan Pakai  10 Password Buruk Ini

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah kasus kebocoran data menghantui para pengguna internet di Indonesia.

Dalam laporan tahunan Pusat Operasi Keamanan Siber (Pusopskamsinas) 2020, yang dikutip Sabtu (6/3/2021) peningkatan tren malware terjadi sejak 19 April hingga 17 Mei 2020, dengan puncak tertinggi pada 30 April dan 11 Mei 2020.

Insiden data breach menjadi topik besar di Indonesia selama tahun 2020, sejak bocornya 91 juta data berupa identitas pengguna salah satu e-commerce terbesar di Indonesia, termasuk e-commerce populer yang bocor di internet pada Mei 2020 lalu.

Pelaku dengan nama akun Shiny Hunters mengaku ia memiliki dan hendak menjual data tersebut dan memberikan sedikit bocoran sample data yang berisi identitas pengguna.

Pada Juli 2020, Kasus kebocoran data kembali menimpa perusahaan Indonesia, 890 ribu data Perusahaan fintech KreditPlus bocor.

Selanjutnya pada November 2020, ada sebanyak 5,8 juta data layanan pemesanan penginapan murah RedDoorz yang dilaporkan bocor dan dijual bebas di internet.

Masih di bulan yang sama, berdasarkan laporan tahunan Pusopskamsinas 2020, sebanyak 2,9 juta data pengguna pengguna milik layanan keuangan Cermati.com juga dilaporkan bocor.



[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading