Tesla Luncurkan Software Terbaru 'Mobil Nyupir Sendiri'

Tech - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
28 November 2020 12:33
A truck loaded with Tesla cars departs the Tesla plant Tuesday, May 12, 2020, in Fremont, Calif. Tesla CEO Elon Musk has emerged as a champion of defying stay-home orders intended to stop the coronavirus from spreading, picking up support as well as critics on social media. Among supporters was President Donald Trump, who on Tuesday tweeted that Tesla's San Francisco Bay Area factory should be allowed to open despite health department orders to stay closed except for basic operations. (AP Photo/Ben Margot)

Jakarta, CNBC Indonesia - Chief Executive Officer Tesla Inc Elon Musk mengungkapkan ada peluang untuk proses peluncuran yang lebih luas dari pembaruan perangkat lunak "Full Self Driving". Ia memperkirakan pembaruan itu bakal hadir dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi.

"Mungkin akan versi beta yang lebih luas dalam 2 minggu," kata Musk di Twitter pada Jumat (27/11).

Pernyataan itu diontarkan dalam menjawab sebuah jawaban kepada pengguna yang menanyakan apakah perangkat lunak tersebut akan tersedia di Minnesota.


Pada bulan Oktober, Tesla merilis versi beta, atau versi uji, dari apa yang disebut peningkatan perangkat lunak Full Self Driving ke sejumlah pengemudi ahli maupun hati-hati yang tidak diungkapkan. Para pengemudi terpilih tersebut memang tidak dirinci secara jelas ke publik.

Musk sebelumnya mengatakan bahwa peningkatan terbaru direncanakan akan dirilis secara luas pada akhir tahun ini, dengan sistem menjadi lebih kuat karena mengumpulkan lebih banyak data.

Namun, inovasi Tesla ini mendapat perhatian lebih dari Badan Keselamatan Jalan Raya Amerika Serikat (NHTSA). Pasalnya, ada 19 kecelakaan terjadi yang melibatkan kendaraan Tesla.

"NHTSA telah diberi pengarahan tentang fitur baru Tesla, yang merupakan perluasan dari sistem bantuan pengemudi yang ada. Badan tersebut akan memantau teknologi baru dengan cermat dan tidak akan ragu untuk mengambil tindakan untuk melindungi publik dari risiko yang tidak masuk akal terhadap keselamatan, " kata NHTS dalam sebuah pernyataan dikutip CNBC Indonesia dari Reuters.


[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading