Testing Covid-19 di RI Baru 86% Dari Target Minimal WHO

Tech - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
19 November 2020 19:55
Warga menjalani tes usap atau swab test di GSI Lab (Genomik Solidaritas Indonesia Laboratorium), Cilandak, Jakarta, Senin (2/11/2020). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menegaskan fokus pemerintah saat ini adalah melakukan testing di laboratorium terkait penanganan Covid-19.

"Kapasitasnya menentukan kemampuan wilayah untuk menjaring kasus baru sehingga dapat memaksimalkan dan menekan angka penularan, meningkatkan angka kesembuhan dan kematian," ujarnya di Jakarta, Kamis (19/11/2020).

Hingga saat ini, pemerintah masih terus mengejar ketertinggalan angka testing sesuai standar WHO, di mana per wilayah disesuaikan dengan kepadatan populasi. Sejumlah tantangan dihadapi, terutama bagaimana mengatasi jumlah penduduk Indonesia yang tinggi, sehingga diperlukan testing 267 ribu orang per minggu.


"Sejak awal Juni sampai minggu ketiga Oktober, terlihat tren peningkatan testing yang baik, tapi kembali melemah pada 2 pekan setelahnya dan melesat sampai pekan ini, hampir capai target WHO 86,25% pada November minggu kedua," katanya.

Kondisi ini, lanjutnya, harus dilakukan evaluasi bersama terkait kapasitas testing. Pastikan setiap daerah melakukan evaluasi kemampuan testing, dilihat dari laboratorium yang ada, kemampuan laboratorium melakukan tes dan melaporkan hasilnya.

Dia menambahkan, dari data yang didapatkan, ada tren penurunan kapasitas testing pada hari tertentu, khususnya saat masa libur. Hal ini harus dihindari, dan dia menyayangkan hal ini terjadi, mengingat virus ini tak mengenal hari libur.

"Bagi pemda setempat, saya imbau, menambah operasional laboratorium, melalui shift laboran, dan insentif sepadan dan koordinasi dengan pemerintah pusat," katanya lagi.

Dia sadar, tidak mudah mencapai sistem kesehatan sempurna, di negara yang menantang geografis seperti Indonesia. Area luas, dipisahkan banyak perairan, bahwa kondisi ideal tersebut bukan tak mungkin terjadi.

"Pemerintah terus meningkatkan pemerataan kesehatan serta kemandirian daerah di seluruh wilayah Indonesia. Langkah ini dilakukan mengurangi ketimpangan akibat aksesibilitas berbeda bagi setiap daerah," tutupnya.

Sebelumnya, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan apa yang dilakukan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan belum sebanding dengan kerja keras dan pengorbanan dokter dan tenaga medis di Rumah Sakit.

Untuk itu, Doni meminta kepada seluruh masyarakat untuk disiplin #pakaimasker, #jagajarak hindari kerumunan, dan #cucitangan pakai sabun serta air mengalir.

"Patuh kepada protokol kesehatan belumlah sebanding dengan perjuangan pengorbanan dan penderitaan para dokter yang merawat pasien di rumah sakit untuk melayani pasien," tambahnya.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading