Vaksin Pfizer 95% Efektif Lawan Covid-19, Ini Faktanya!

Tech - Roy, CNBC Indonesia
19 November 2020 06:41
FILE PHOTO: The Pfizer logo is seen at their world headquarters in New York April 28, 2014.  REUTERS/Andrew Kelly/File Photo                            GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD Foto: REUTERS/Andrew Kelly

Jakarta, CNBC Indonesia - Vaksin Covid-19 Buatan BioNTech dan Pfizer sudah selesai uji klinis tahap akhir. Menurut manajemen vaksin BNT162b2 ini 95% efektif melawan Covid-19 dan tanpa efek samping yang membahayakan.

Informasi saja, uji klinis vaksin Covid-19 BNT162b2 melibatkan 43.000 relawan di Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa. Data final uji analis mengevaluasi 170 infeksi Covid-19 yang telah dikonfirmasi.


Berikut sejumlah fakta-fakta mengenai vaksin BNT162b2 yang dihimpun dari berbagai sumber:

1. Tak ada Efek Samping Serius

Data final uji klinis tahap akhir vaksin Covid-19 buatan BioNTech dan Pfizer menunjukkan tak ada laporan soal efek samping berbahaya. Efek samping yang ada hanya bersifat ringan hingga moderat.

Menurut keterangan relawan suntikan pertama vaksin Pfizer, ada beberapa efek samping yang dirasakan di antaranya sakit kepala dan nyeri otot, seperti setelah divaksinisasi flu. "Efek sampingnya tampak meningkat setelah dosis kedua bulan lalu," jelas Carrie, media Express melaporkan, dikutip Kamis (19/10/2020).

2. Efektif Pada Semua Umur dan Etnis

Menurut data final uji tahap akhir vaksin BNT162b2 menjadi sangat efektif melawan virus Covid-19 28 hari sejak dosis pertama dan efektivitasnya konsisten di semua harga, etnis dan rasa.

"Data menunjukkan vaksin kami ... mampu memberikan tingkat perlindungan yang tinggi terhadap Covid-19 hanya 29 hari setelah dosis pertama. Selain itu, vaksin dapat ditoleransi dengan baik di semua kelompok usia dengan sebagian besar efek samping ringan hingga sedang," ujar CEO BioNTech Ugur Sahin, dikutip dari CNBC International.

3. Ajukan Izin Penggunaan Darurat Pekan ini

Ugur Sahin mengatakan Jumat (20/11/2020) pihaknya akan mengajukan izin penggunaan darurat untuk vaksin Covid-19 BNT162b2 ke otoritas kesehatan AS.

Ia berharap vaksin Covid-19 ini sudah bisa mulai didistribusikan akhir tahun 2020. "Tujuannya untuk adalah mendistribusikan beberap juta dosis pada empat hingga lima bulan pertama 2021 dan akan itu akan berdampak pada pengendalian penularan COvid-19," ujar Ugur Sahin, dikutip dari BBC.

4. Ruang Pendingin Vaksin Covid-19

Vaksin Covid-19 buatan Pfizer dan BioNTech membuatkan tempat penyimpanan dengan suhu minus 75 derajat Celcius. Sayangnya tak banyak fasilitas kesehatan yang memiliki itu. Vaksin ini juga hanya dapat bertahan selama 5 hari di ruang pendingin.

5. Dibuat ilmuwan Berdarah Turki

Vaksin Covid-19 BNT162b2 dibuat oleh BioNTech, perusahaan farmasi asal Jerman yang mendapat sokongan dari Pfizer Inc (Amerika Serikat) dan Fosan Pharma (China). Vaksin ini dibuat oleh Ugur Sahin dan Oezlem Teruci. Diketahui orang tua pasangan suami istri ini berdarah Turki.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading