Tak Kenal Maka Tak Kebal! Ini Kisah Vaksin Akhiri Pandemi

Tech - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
03 November 2020 14:14
Infografis/Sederet  Fakta  Tentang  Vaksin

Jakarta, CNBC Indonesia - Vaksinasi diyakini mampu mengakhiri pandemi yang terjadi, hal ini berdasarkan contoh kasus di masa lalu, di mana salah satunya penyakit variola bisa hilang karena penemuan vaksin.

"Salah satu contoh sukses vaksinasi, musnahnya penyakit variola (cacar). sejak 1900-an sudah musnah. Padahal 1 dari 3 orang yang kena meninggal. Sekarang dunia sedang eliminasi campak dan polio. Sudah beberapa tahun terakhir Indonesia bebas polio. Bukti nyata imunisasi yang berhasil," ujar Vaksinolog dan Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Dirga Sakti Rambe dalam dialog produktif "Vaksin: Intervensi Kesehatan Masyarakat yang Efektif dan Aman" secara virtual di Jakarta, Selasa (3/11/2020).

Dia melanjutkan, dalam vaksinasi dikenal herd immunity. Artinya disebut sebagai kekebalan kelompok atau komunitas. Dalam suatu masyarakat, cakupan imunisasi tinggi, banyak orang yang diimunisasi. Orang tersebut tak terlindung secara pribadi tapi juga melindungi orang di sekitarnya.


"Vaksin mesti efektif. Kedua, memang cakupan imunisasi tinggi 60-70%. Kita bersama pemerintah, dokter tenaga kesehatan, semua menginginkan imunisasi rutin cakupannya harus tinggi, paling tidak 90%," katanya.

Seiring berjalannya waktu banyak vaksin yang ditemukan. Hal ini menurutnya menggambarkan kemajuan ilmu pengetahuan. Bahkan dia mengatakan, kalau bisa semua penyakit infeksi ada vaksinnya.

"Membuat vaksin kan tak mudah. Pembuatan (vaksin) biasanya untuk yang berdampak luas. Pandemi ini kan bisa berulang. Dulu ada influenza, sekarang Covid-19. Oleh karena itu, kita harus perhatikan kebersihan, interaksi manusia dengan binatang," jelasnya.

Adapun terkait vaksin, keamanan adalah menjadi faktor utama. Menurutnya, suatu vaksin yang digunakan secara luas berarti sudah dapat izin edar. Kalau vaksin sudah dapat ijin dari BPOM, artinya sudah melewati rangkaian panjang. Diantaranya uji pre-klinis yang diuji pada hewan, terbukti aman baru dicoba manusia.

"Kemudian uji klinis 1-2-3 melibatkan ribuan manusia. Jadi kalau vaksin sudah izin beredar, pasti aman dan efektif," tegasnya.

Dalam kesempatan yang berbeda, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjend Doni Monardo meminta masyarakat menjalankan protokol kesehatan secara ketat sambil menunggu ketersediaan vaksin Covid-19. Ini akan menghindarkan masyarakat terinfeksi virus corona Covid-19.

"Vaksin yang terbaik sekarang adalah vaksin patuh kepada protokol kesehatan. #pakaimasker, #jagajarak dari kerumunan dan #cucitangan sesering mungkin dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan cairan disinfektan," pungkas Doni Monardo.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading