Izin BPOM Turun, Bio Farma Tancap Gas Produksi Vaksin Covid

Tech - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
19 October 2020 16:43
A worker inspects vials of SARS CoV-2 Vaccine for COVID-19 produced by SinoVac at its factory in Beijing on Thursday, Sept. 24, 2020. A Chinese health official said Friday, Sept. 25, 2020, that the country's annual production capacity for coronavirus vaccines will top 1 billion doses next year, following an aggressive government support program for construction of new factories. (AP Photo/Ng Han Guan)

Jakarta, CNBC Indonesia- PT Bio Farma (Persero) bersiap-siap untuk memproduksi vaksin Covid-19 sambil menunggu izin dari BPOM. Perusahaan farmasi ini memiliki kapasitas 250 juta per tahun, akan menerima 50 bulk vaksin dari Sinovac di awal 2021 dengan total komitmen 260 juta dosis,

"Jadi nanti seluruhnya akan mulai diproduksi setelah mendapatkan izin dari BPOM. Tentu perisapan bisa dilakukan dari awal, vaksin sudah kami datangkan karena ada uji-uji dulu sebelum produksi. Semua harus dilakukan hati-hati," kata Corporate Secretary PT Bio Farma Bambang Heriyanto, Senin (19/10/2020).

Meski memiliki kapasitas 250 juta dosis per tahun, Bambang mengatakan bulk vaksin dari Sinovac tidak datang sekaligus melainkan bertahap. Dengan begitu, per bulan Bio Farma bisa memproduksi secara bertahap 16-17 juta dosis perbulan.


"Tapi nanti tergantung ketersediaan atau suplai dari Sinovac," katanya.

Saat ini vaksin Sinovac yang akan diproduksi Bio Farma tengah dilakukan uji klinis fase 3, dan sudah ada 1.620 relawan yang mendapatkan suntikan dosis pertama. Kemudian sudah ada 1.074 orang yang mendapatkan suntikan dosis kedua, dan sudah ada 671 relawan yang diambil darahnya.

"Diharapkan (uji klinis fase 3) selesai di akhir tahun atau awal 2021 sehingga laporan uji klinis bisa digunakan untuk mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) dari regulator kita," kata Bambang.

 

 


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading