Mulanya, ajang pameran otomotif bergengsi itu akan digelar pada 5 Maret hingga 15 Maret 2020.
Para pekerja membongkar sebuah stan Geneva Motor Show 2020 di Palexpo, Jenewa, Swiss, Jumat (28/2/2020). Pemerintah Swiss memutuskan membatalkan penyelenggaraan event itu menyusul penyebaran virus corona (Covid-19) yang semakin meluas. (KEYSTONE / Salvatore di Nolfi)
"Kami menyesalkan situasi ini. Tapi kesehatan seluruh peserta dalam eksibisi ini adalah prioritas utama kami," demikian pernyataan resmi penyelenggara Geneva Motor Show 2020. (KEYSTONE/Salvatore di Nolfi)
Mulanya, ajang pameran otomotif bergengsi itu akan digelar pada 5 Maret hingga 15 Maret 2020. Untuk edisi tahun ini, diprediksikan event itu akan mendatangkan 220 perusahaan, 10 ribu jurnalis dari seluruh dunia, dan 660.000 pengunjung. (KEYSTONE/Salvatore di Nolfi)
Keputusan membatalkan Geneva Motor Show 2020 diambil setelah Departemen Kesehatan Swiss tersebut mengeluarkan maklumat terkait Covid-19 (KEYSTONE/Salvatore di Nolfi)
Kementrian Kesehatan melarang event itu. Larangan ini berlaku sampai 15 Maret 2020 (KEYSTONE/Salvatore di Nolfi)
Keputusan itu diambil menyusul ditemukannya 15 kasus Covid-19 di Swiss dan ratusan kasus lainnya di Italia. Penyebaran virus tersebut semakin masif di Eropa, di mana saat ini sudah puluhan korban jiwa jatuh. (KEYSTONE/Salvatore di Nolfi)
Geneva Motor Show merupakan salah satu pameran otomotif internasional terbesar di dunia. Digelar setiap tahun sejak 1905, event ini kerap jadi etalase kemunculan mobil-mobil eksklusif dan mahal. (KEYSTONE/Salvatore di Nolfi)