Dikecam Kongres Karena Serang Iran, Trump: Follow My Twitter!

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
06 January 2020 12:08
Dikecam Kongres Karena Serang Iran, Trump: Follow My Twitter!
Jakarta, CNBC Indonesia - Serangan Amerika Serikat (AS) yang menewaskan petinggi militer Iran Jenderal Qasem Soleimani ternyata jadi kontroversi di AS. Pasalnya, serangan ini tanpa konsultasi dengan pemimpin kongres.

Kini agar DPR AS tidak ketinggalan soal informasi lanjutan ke Iran, Presiden Donald Trump meminta lembaga yang dipimpin oleh Nancy Pelosi ini mengikuti aksinya di Twitter @realDonaldTrump.

Dalam cuitan terbarunya tertanggal 6 Januari 2020, Donald Trump mengatakan postingan media ini (Twitter) berfungsi sebagai pemberitahuan kepada Kongres AS. Bahwa jika Iran menyerang orang atau target AS, Amerika Serikat akan dengan cepat & sepenuhnya menyerang balik, & mungkin dengan cara yang tidak proporsional.


"Pemberitahuan hukum semacam itu tidak diperlukan, namun diberikan!," tulisnya di twitter.


Tweet dramatis ini menyusul pernyataan keras yang dikeluarkan Trump pada 4 Januari 2020, di mana Trump mengancam penghancuran 52 target Iran, termasuk situs budaya. Padahal penargetan situs budaya dianggap sebagai kejahatan perang.

Pernyataan Trump ini langsung ditanggapi oleh Profesor Yale Law School Oona Hathaway. Menurutnya hal ini sebagai tindakan melawan hukum. Sebab aturan AS mewajibkan pemerintah harus memberi tahu dan meminta pertimbangan parlemen AS bila melakukan serangan militer.


Mengutip The Verge, Trump telah lama menggunakan Twitter untuk melecehkan, menghina, dan merendahkan musuh-musuhnya, dan sebagai presiden, ia telah menggunakan platform ini untuk mengeluarkan perintah kejutan, pengumuman, dan bahkan ancaman terhadap negara lain seperti Korea Utara.

Pada 2018, Trump memecat Sekretaris Negara Rex Tillerson melalui cuitannya di twitter.

[Gambas:Video CNBC]

(roy/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading